Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 23 Juni 2026 | Surabaya dan sekitarnya masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat hingga 24 Juni 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di wilayah Surabaya dan sekitarnya.
Kondisi cuaca ini tidak terlepas dari dinamika atmosfer yang terjadi di wilayah Jawa Timur. BPBD Jatim menilai kondisi ini tidak terlepas dari gangguan konvergensi lokal yang memicu pertumbuhan awan hujan.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengungkapkan bahwa fenomena hujan deras di tengah musim kemarau merupakan bagian dari fenomena kemarau basah yang dikenal dalam ilmu meteorologi. Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya melihat fenomena tersebut dari sisi ilmiah, tetapi juga untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan doa bersama.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa hujan deras yang masih terjadi dipengaruhi oleh pertemuan massa angin atau konvergensi yang memicu pertumbuhan awan kumulonimbus. Faktor atmosfer yang labil dan kelembapan udara yang tinggi membuat hujan tetap berpotensi turun meski musim kemarau telah berlangsung.
BPBD dan BMKG telah melakukan analisis fenomena banjir di Surabaya, dan hasilnya menunjukkan bahwa banjir disebabkan oleh kombinasi hujan berintensitas sedang hingga lebat, hambatan aliran ke laut, dan kiriman air dari wilayah hulu.
Kepala BPBD Kota Surabaya, Irvan Widyanto, menjelaskan bahwa faktor dominan penyebab banjir adalah dampak fenomena cuaca yang signifikan. Ia menekankan bahwa genangan yang timbul di sejumlah titik bukan hanya disebabkan oleh pasang laut semata, melainkan kombinasi dari tiga faktor, yakni hujan lebat, backwater effect, serta terhambatnya aliran debit air dari hulu.
Dalam beberapa hari terakhir, hujan dengan intensitas tinggi juga masih kerap mengguyur kawasan perkotaan, termasuk Surabaya dan daerah penyangganya seperti Sidoarjo. Situasi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena terjadi di tengah periode musim kemarau yang mulai terasa di sejumlah wilayah Jawa Timur.
Sejumlah wilayah di Kota Surabaya bahkan telah merasakan dampak hujan deras yang terjadi sejak dini hari. Beberapa titik dilaporkan mengalami genangan air yang sempat mengganggu aktivitas warga di pagi hari.
Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan persiapan untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di wilayah Surabaya dan sekitarnya.
