Siklon Tropis Jangmi Membawa Hujan Lebat dan Angin Kencang ke Indonesia

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 31 Mei 2026 | Siklon Tropis Jangmi yang terdeteksi di Laut Filipina utara membawa dampak besar pada cuaca di Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan melanda sejumlah wilayah di Indonesia.

BMKG memprediksi bahwa hujan dengan intensitas sedang akan terjadi di Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, serta sebagian besar wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Sementara itu, potensi angin kencang diperkirakan terjadi di Aceh, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Maluku, dan Papua Barat Daya.

Baca juga:

BMKG juga menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat untuk wilayah Papua Pegunungan. Selain itu, potensi angin kencang diprakirakan melanda Aceh, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, dan Maluku.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, petir, angin kencang, hingga kemungkinan bencana hidrometeorologi di wilayah rawan. Masyarakat diharapkan untuk memantau pembaruan cuaca berkala dari stasiun BMKG setempat guna mengantisipasi perubahan cuaca mendadak.

Prakiraan cuaca untuk kota-kota besar di Indonesia bagian barat menunjukkan bahwa hujan petir membayangi wilayah Jambi, Banjarmasin, dan Tanjung Selor, sementara Jakarta, Banda Aceh, Palembang, hingga Surabaya diprediksi berada dalam kondisi berawan tebal.

Sementara itu, wilayah Indonesia bagian timur didominasi oleh potensi hujan ringan di kota-kota seperti Palu, Kendari, Ternate, Ambon, hingga Merauke, dengan pengecualian untuk Gorontalo yang berpotensi dilanda hujan disertai petir.

Kondisi cuaca ini dipengaruhi oleh pergerakan Siklon Tropis Jangmi yang membawa kecepatan angin maksimum hingga 35 knot dengan tekanan udara minimum 998 hektopascal (HPa). Siklon ini diprediksi bergerak ke arah barat laut utara dan akan terus meningkat dalam 48 hingga 72 jam ke depan.

BMKG juga menyebutkan bahwa pembentukan awan hujan nasional juga disumbang oleh kemunculan sirkulasi siklonik lain di Laut Cina Selatan yang daerah konvergensinya memanjang hingga ke Kepulauan Natuna. Anomali dinamika atmosfer ini merangsang pembentukan sabuk konvergensi sekunder yang membentang dari Papua hingga Teluk Cenderawasih, Sulawesi Tenggara, Kalimantan, hingga wilayah Jawa Tengah.

Kombinasi fenomena ini berdampak langsung pada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa daerah, termasuk ancaman tiupan angin kencang yang berpotensi melanda sewaktu-waktu di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Untuk itu, masyarakat diharapkan untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dan mengikuti instruksi dari pihak berwenang untuk menghindari dampak negatif dari cuaca ekstrem.

Dalam beberapa hari ke depan, masyarakat diharapkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. BMKG akan terus memantau perkembangan cuaca dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *