Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 15 Juli 2026 | Investor asing kembali memborong saham-saham potensial di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sesi pertama perdagangan Rabu, 15 Juli 2026. Mereka mencatatkan beli bersih senilai Rp54,47 miliar, dengan saham PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) menjadi aset utama yang paling banyak dibeli.
Menurut data CGS International Sekuritas, total transaksi beli investor asing mencapai 2.231,22 juta saham dengan nilai Rp1,78 triliun, sementara transaksi jual mencapai 2.926,09 juta saham senilai Rp1,73 triliun. Saham RANS menjadi incaran utama investor asing dengan pembelian bersih mencapai 75,94 juta saham, diikuti oleh saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang diborong sebanyak 43,31 juta saham.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mengalami penguatan pada sesi pertama perdagangan, dengan nilai transaksi mencapai Rp6,24 triliun dan volume 18,42 miliar lembar. IHSG menguat 28,32 poin (0,47%) ke level 6.067,84. Sementara itu, rupiah juga menguat 15,00 poin (0,08 persen) ke Rp18.076 per dolar AS.
Beberapa saham lain yang diborong investor asing antara lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR). Sementara itu, tekanan jual asing paling besar terjadi pada saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang mencatatkan penjualan bersih mencapai 250,72 juta saham.
Strategi RANS Entertainment usai melantai di bursa juga menjadi perhatian. Perusahaan ini berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp429,25 miliar dari aksi korporasi yang dilakukan. Dana tersebut akan dialokasikan secara strategis untuk menggelar 16 konser hingga 2028, pengembangan taman hiburan Cipung Land, ekspansi merek kecantikan, serta investasi di bidang Artificial Intelligence (AI).
Saham RANS juga menarik untuk scalping karena masih berada dalam fase price discovery pasca IPO. Biasanya saham dengan tanda tersebut memiliki volatilitas yang tinggi, antrian bid-offer aktif, dan pergerakan harga yang cepat dalam beberapa hari awal perdagangan. Meski demikian, volatilitasnya dalam kondisi tersebut juga dinilai tinggi sehingga diimbau untuk disiplin menggunakan stop loss.
Kesimpulan, investor asing kembali memborong saham-saham potensial di BEI, dengan saham RANS menjadi aset utama yang paling banyak dibeli. IHSG juga mengalami penguatan pada sesi pertama perdagangan, dengan nilai transaksi mencapai Rp6,24 triliun dan volume 18,42 miliar lembar. Saham RANS juga menarik untuk scalping karena masih berada dalam fase price discovery pasca IPO.
