Saldo APBN 2026 Masih Utuh, Defisit Terkendali

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 12 Mei 2026 | Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menegaskan bahwa saldo Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 masih utuh. Ia menepis isu bahwa defisit APBN akan menembus 3 persen di akhir tahun.

Menurut Said, defisit APBN per Maret 2026 mencapai Rp240,1 triliun atau setara dengan 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini masih jauh dari target defisit akhir tahun sebesar Rp689,1 triliun atau 2,68 persen PDB.

Baca juga:

Said menjelaskan bahwa realisasi belanja negara per Maret 2026 mencapai Rp815 triliun, di mana porsi terbesar berasal dari belanja pusat mencapai Rp610,3 triliun. Fokus belanja tersebut untuk membiayai berbagai program prioritas.

Ia menambahkan bahwa strategi percepatan belanja itu memang berkonsekuensi terhadap pelebaran defisit APBN. Namun, dia menekankan dalam tata kelola program prioritas, perlu ada pembenahan yang harus menjadi catatan untuk kementerian dan badan teknis.

Said juga mengingatkan bahwa pengelolaan APBN ke depannya tetap harus lebih hati-hati. Ia mendukung mode aman alias safe mode yang diaktivasi oleh Menteri Keuangan dan Gubernur BI, dengan mengeluarkan sejumlah kebijakan.

Saldo Anggaran Lebih (SAL) APBN 2025 sebesar Rp420 triliun masih utuh. Tetapi, senilai Rp300 triliun di antaranya ditempatkan dari Bank Indonesia (BI) ke perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Dengan demikian, hingga akhir tahun, belanja APBN bisa menjadi lebih rendah dari pagu, sehingga dia memperkirakan defisit APBN akan lebih rendah dari rencana di kisaran 2,56 persen PDB atau setara dengan Rp658,3 triliun.

Kesimpulan dari penjelasan Said adalah bahwa defisit APBN 2026 masih terkendali dan saldo APBN masih utuh. Ia menekankan pentingnya pengelolaan APBN yang hati-hati dan mendukung kebijakan safe mode untuk menghadapi ketidakpastian global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *