Retret DPRD Rampung, Lemhannas Tekankan Sinergi Pusat‑Daerah untuk Harmoni Nasional

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 20 April 2026 | Retret DPRD yang diselenggarakan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) di Akademi Militer Magelang berakhir pada 19 April 2026 dengan antusiasme tinggi dari seluruh Ketua DPRD se‑Indonesia. Acara lima hari ini menjadi forum strategis bagi para pemimpin legislatif daerah untuk memperdalam wawasan kebangsaan, memperluas jaringan, dan menyelaraskan kebijakan dengan pemerintah pusat.

Dalam sambutannya, Kepala Lemhannas, Ace Hasan Syadzily, menegaskan pentingnya selarasnya kebijakan pusat‑daerah. Ia menyampaikan bahwa retret ini dirancang untuk menumbuhkan pemahaman bersama tentang Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sekaligus memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan program pembangunan nasional. Menurutnya, sinergi yang terjalin selama Retret DPRD akan menjadi landasan bagi kebijakan yang lebih responsif dan terintegrasi.

Baca juga:

Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Achmad Djufrie, yang menjadi salah satu tokoh utama dalam acara ini, menegaskan peran DPRD tidak hanya sekadar legislatif, penganggaran, dan pengawasan, tetapi juga sebagai penjaga harmoni antara aspirasi daerah dan kepentingan nasional. Ia menambahkan, keikutsertaan dalam Retret DPRD memberikan peluang bagi para pimpinan daerah untuk menambah perspektif kepemimpinan, meningkatkan integritas, serta menumbuhkan keberanian dalam menghadapi tantangan sektoral.

Program Retret DPRD mencakup serangkaian modul yang meliputi kajian kebijakan publik, strategi komunikasi politik, serta simulasi pengambilan keputusan dalam situasi krisis. Selama lima hari, peserta diajak berlatih melalui studi kasus, diskusi panel, dan kunjungan lapangan ke instalasi militer, yang bertujuan memperkuat disiplin dan semangat kebangsaan. Selain itu, terdapat sesi khusus yang membahas tantangan pembangunan di daerah perbatasan, seperti yang dihadapi Kaltara, termasuk isu keamanan, perdagangan lintas batas, dan infrastruktur.

  • Penguatan sinergi pusat‑daerah melalui dialog intensif.
  • Peningkatan kapasitas kepemimpinan DPRD dalam kebijakan publik.
  • Pengembangan strategi implementasi Asta Cita di tingkat daerah.

Hasil yang diharapkan dari Retret DPRD antara lain terbentuknya jaringan kerjasama yang lebih kuat antar‑ketua DPRD, penyusunan rekomendasi kebijakan yang selaras dengan visi nasional, serta peningkatan kualitas legislasi daerah. Achmad Djufrie menyatakan, dengan dukungan Lemhannas, para pimpinan DPRD dapat menjadi agen perubahan yang profesional, mampu mengawal program pemerintah, dan memastikan manfaat pembangunan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kalimantan Utara, sebagai provinsi perbatasan Indonesia‑Malaysia, memiliki tantangan khusus dalam hal pembangunan infrastruktur, pengembangan ekonomi, dan penegakan kedaulatan. Djufrie menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mengatasi kesenjangan tersebut. Ia berharap, melalui Retret DPRD, kebijakan yang dihasilkan akan lebih adaptif terhadap kondisi lapangan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam dinamika regional.

Penutup Retret DPRD menandai komitmen bersama untuk terus mengoptimalkan peran legislatif daerah dalam mewujudkan harmoni nasional. Lemhannas berjanji akan menindaklanjuti rekomendasi yang muncul, memastikan bahwa sinergi antara pusat dan daerah tidak hanya menjadi slogan, melainkan menjadi praktik yang terukur. Dengan semangat kebangsaan yang terpatri, para Ketua DPRD diharapkan kembali ke wilayah masing‑masing dengan bekal pengetahuan baru, siap mempercepat percepatan pembangunan dan menjaga keseimbangan kepentingan nasional serta daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *