Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 23 April 2026 | Film Film Para Perasuk resmi meluncur di seluruh bioskop Indonesia pada Kamis, 23 April 2026. Disutradarai oleh Wregas Bhanuteja, karya ini menggabungkan unsur drama, budaya lokal, dan fantasi mistik yang belum pernah diangkat secara mendalam pada layar lebar. Dengan durasi hampir dua jam, film ini menampilkan Angga Yunanda sebagai Bayu, pemuda ambisius yang berusaha menjadi perasuk, serta Maudy Ayunda sebagai Laksmi, sosok yang menyeimbangkan emosional perjalanan sang protagonis.
Berbeda dari film horor konvensional, Film Para Perasuk menyoroti tradisi fiktif bernama Pesta Sambetan. Ritual ini melibatkan “kerasukan” massal yang justru memberikan kebahagiaan bagi para pelamun, bukan ketakutan. Pendekatan unik ini menjadi daya tarik utama, karena mengubah persepsi umum tentang fenomena kerasukan menjadi pengalaman yang bersifat reflektif dan sosial.
Berikut adalah tujuh fakta menarik yang patut diketahui sebelum menonton:
- Tradisi Sambetan: Dalam cerita, warga desa Latas mengadakan pesta tahunan di mana roh-roh binatang “merasuk” tubuh mereka, menciptakan sensasi kebahagiaan yang tak dapat dirasakan di kehidupan sehari-hari.
- Konflik Lingkungan: Bayu berjuang melindungi sumber mata air desa yang menjadi sumber kekuatan tradisi, saat perusahaan besar berencana membeli dan mengkomersialkannya.
- Transformasi Karakter: Angga Yunanda menampilkan rentang emosi yang luas, mulai dari semangat ambisius hingga dilema moral yang mendalam.
- Peran Maudy Ayunda: Laksmi bukan sekadar love interest; ia menjadi katalisator bagi Bayu untuk memahami bahwa kepahlawanan tidak selalu berakar pada ambisi pribadi.
- Visi Visual Wregas: Sinematografi menonjolkan detail desa, kostum tradisional, dan pencahayaan yang meniru atmosfer mistik, meski beberapa adegan CGI terasa kurang halus.
- Kehadiran Aktor Ternama: Selain duo utama, film ini menampilkan Anggun, Chicco Kurniawan, Bryan Domani, Indra Birowo, dan Ganindra Bimo, menambah kedalaman ensemble.
- Respons Penonton: Pada press screening di XXI Epicentrum, Jakarta, film mendapatkan tepuk tangan meriah, menandakan antisipasi kuat dari kalangan media dan penonton.
Alur cerita dimulai dengan Bayu yang terobsesi menjadi perasuk utama untuk menggalang dana guna menyelamatkan desa. Saat ia semakin terlibat dalam dunia sambetan, ia menemukan bahwa kekuatan tradisi tidak boleh dimanfaatkan secara komersial. Konflik ini meluas menjadi pertarungan antara kepentingan korporasi dan kearifan lokal, menyoroti isu eksploitasi sumber daya alam yang relevan dengan kondisi Indonesia saat ini.
Penampilan akting menjadi sorotan utama. Angga Yunanda berhasil menjiwai Bayu, menampilkan perubahan drastis dari kegembiraan pesta hingga keputusasaan ketika desa terancam. Maudy Ayunda, sebagai Laksmi, menyuguhkan nuansa lembut namun tegas, menguatkan drama emosional. Sementara para pemeran pendukung menambah warna, khususnya Anggun yang memberikan sentuhan musik tradisional pada beberapa adegan.
Dari sisi produksi, Wregas Bhanuteja kembali menegaskan ciri khas visualnya: penggunaan warna bumi, framing yang intim, dan perpaduan antara footage nyata dengan efek digital. Meskipun CGI pada beberapa adegan terasa agak kasar, hal tersebut tidak mengurangi kekuatan naratif karena fokus utama tetap pada cerita dan nilai budaya.
Film Film Para Perasuk juga menonjolkan pesan sosial: pentingnya melestarikan warisan budaya dan sumber daya alam dari kepentingan kapital. Melalui perjalanan Bayu, penonton diajak merenungkan batas antara ambisi pribadi dan tanggung jawab kolektif.
Dengan rating 13+ dan durasi 119 menit, film ini cocok dinikmati keluarga dan penonton dewasa yang menyukai drama dengan lapisan fantasi. Diproduksi oleh Rekata Studio dan didistribusikan melalui CGV, Cinepolis, serta XXI, film telah menjangkau hampir seluruh kota besar di Indonesia.
Kesimpulannya, Film Para Perasuk berhasil menyajikan perpaduan antara keunikan tradisi lokal, kritik sosial, dan visual yang memukau. Bagi penikmat sinema Indonesia, film ini menjadi pilihan utama minggu ini.
