Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 09 Juli 2026 | Belakangan ini, muncul kehebohan di kalangan masyarakat terkait pemasangan label "Belum Lunas Pajak Kendaraan Bermotor" pada sejumlah kendaraan di Kabupaten Sukoharjo. Label ini, yang merupakan bagian dari program Gadis Pantura (Gerakan Disiplin Pajak untuk Rakyat) oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tertib membayar pajak kendaraan bermotor.
Menurut Kasubbag Tata Usaha UPPD Sukoharjo, Luh Ika Palupi, label tersebut bukanlah sanksi, melainkan pengingat bagi pemilik kendaraan untuk segera melunasi pajak yang telah jatuh tempo. Setelah pajak dibayar, label tersebut boleh dilepas oleh pemilik kendaraan.
Namun, kebijakan ini juga mendapat tanggapan dari masyarakat, terutama terkait dengan kondisi ekonomi. Beberapa warga Sukoharjo mengingatkan bahwa tidak semua masyarakat memiliki kemampuan ekonomi yang sama, sehingga perlu mempertimbangkan kondisi ini dalam pelaksanaan kebijakan pajak.
Di sisi lain, ada juga kekhawatiran bahwa kebijakan ini dapat berdampak pada akses masyarakat terhadap bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Front Mahasiswa Nasional (FMN) Cabang Kupang bahkan mendesak Pemerintah Provinsi NTT untuk mencabut Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur pembatasan pembelian BBM bersubsidi bagi kendaraan yang menunggak Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
FMN menilai bahwa kebijakan ini dapat menciptakan siklus yang membuat masyarakat semakin sulit memenuhi kewajiban membayar pajak, terutama bagi masyarakat kecil yang sangat bergantung pada BBM bersubsidi untuk kegiatan sehari-hari.
Untuk itu, perlu dilakukan evaluasi dan penyesuaian kebijakan pajak kendaraan bermotor agar dapat memenuhi tujuan peningkatan kesadaran dan kepatuhan masyarakat, sekaligus mempertimbangkan kondisi ekonomi dan kebutuhan masyarakat.
