Misteri Kakek 4 Cucu Tewas: Dari Konflik Perceraian Hingga Penyerangan Brutal di Surabaya

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 24 April 2026 | Surabaya, 23 April 2026 – Sebuah kasus pembunuhan menggemparkan warga Surabaya setelah seorang kakek berusia 68 tahun yang dikenal sebagai “kakek 4 cucu” tewas ditusuk secara brutal di sebuah gang sempit pada malam Minggu kemarin. Korban, yang sebelumnya dikenal ramah dan aktif mengasuh empat cucunya, menjadi sorotan publik tidak hanya karena cara kematiannya, melainkan juga karena perubahan sikap yang terjadi setelah perceraian yang menimpa keluarganya.

Menurut keterangan saksi mata, insiden dimulai sekitar pukul 22.30 WIB ketika korban sedang berjalan pulang setelah mengantar cucu-cucunya ke sekolah. Di gang yang terletak di kawasan Pasar Turi, korban tiba-tiba diserang oleh empat orang pria yang tidak dikenal. Serangan tersebut berujung pada luka tusuk di dada dan perut yang menyebabkan korban menghembuskan napas terakhir di tempat kejadian.

Baca juga:

Polisi Surabaya segera mengamankan lokasi dan memulai proses pengumpulan bukti, termasuk rekaman CCTV dari rumah tetangga sekitar. Rekaman tersebut menunjukkan empat pria berpenampilan muda, berpakaian serba hitam, yang menghampiri korban, memaksa korban menunduk, lalu menyerang dengan pisau. Identitas para pelaku masih dalam proses penyelidikan, namun pihak berwajib berhasil menahan dua tersangka pada hari berikutnya berkat temuan barang bukti berupa pisau berkarat dan sepatu bersih yang dijumpai di lokasi.

Kelompok tetangga menyoroti perubahan perilaku korban beberapa bulan sebelum kejadian. Sebuah sumber yang meminta tetap anonim mengungkapkan bahwa setelah proses perceraian dengan istri pertamanya, korban menjadi lebih pendiam, menolak pertemuan sosial, bahkan menolak mengunjungi rumah cucu-cucunya. Tetangga menilai bahwa tekanan psikologis akibat perceraian berpotensi menimbulkan rasa bersalah dan ketegangan yang pada akhirnya memicu konflik dengan lingkungan sekitar.

Berikut rangkaian kronologis yang berhasil diungkap polisi:

  • 15 April 2026 – Perceraian resmi antara korban dan mantan istri, proses hukum selesai di Pengadilan Agama Surabaya.
  • 20 April 2026 – Laporan keluhan tetangga tentang perubahan perilaku korban, termasuk menghindari interaksi sosial.
  • 23 April 2026, 22.30 WIB – Korban diserang dan tewas di gang Pasar Turi.
  • 24 April 2026 – Polisi mengamankan CCTV, mengidentifikasi empat pelaku, dan menahan dua di antaranya.

Motif serangan masih menjadi pertanyaan. Saksi awal menyebutkan adanya perselisihan kecil antara korban dan sekelompok pemuda yang diketahui pernah berselisih dengan korban pada saat cekcok kecil di warung kopi setempat. Beberapa tetangga menduga bahwa perseteruan tersebut berawal dari masalah asmara atau sengketa tanah kecil yang melibatkan anggota keluarga korban.

Komisi Pemberantasan Kriminal (KPK) Surabaya menegaskan pentingnya penyelidikan menyeluruh mengingat kasus ini dapat menimbulkan kepanikan di kalangan warga, terutama para lansia yang merasa rentan. “Kami mengimbau masyarakat untuk melaporkan setiap indikasi ancaman atau kekerasan, terutama yang melibatkan korban lanjut usia,” ujar Kapolri Daerah, Letkol Inf. Budi Santoso.

Pihak kepolisian juga meminta bantuan publik untuk mengidentifikasi dua tersangka yang masih buron. Identitas lengkap mereka akan diumumkan setelah proses hukum selesai. Sementara itu, keluarga korban mengadakan pemakaman secara sederhana di Pemakaman Umum Arjuno, dengan harapan agar peristiwa tragis ini dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat tentang pentingnya penyelesaian konflik secara damai.

Kasus Kakek 4 Cucu Tewas ini menambah daftar panjang insiden kekerasan di kawasan perkotaan yang menuntut perhatian serius dari aparat penegak hukum dan lembaga sosial. Diharapkan dengan penegakan hukum yang tegas, keamanan warga Surabaya dapat terjaga dan keadilan bagi korban dapat terpenuhi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *