Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 07 Juni 2026 | Misteri kebakaran berulang di rumah warga Seyegan, Sleman, Yogyakarta, masih menjadi perhatian banyak pihak. Tim peneliti dari Universitas Pembangunan Nasional ‘Veteran’ Yogyakarta (UPN Veteran Yogyakarta) telah melakukan pemetaan bawah permukaan tanah di sekitar lokasi kejadian untuk meneliti penyebab kebakaran misterius tersebut.
Menurut Koordinator tim peneliti Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) UPN Veteran Yogyakarta, Ardian Novianto, investigasi dilakukan menggunakan metode geolistrik untuk mengidentifikasi lapisan batuan yang diduga menjadi tempat akumulasi gas sekaligus menelusuri jalur keluarnya gas tersebut.
Pengukuran tidak hanya dilakukan di satu titik, melainkan pada sejumlah lintasan di sekitar lokasi kejadian. Tim berencana membuat enam hingga tujuh lintasan pengukuran dengan panjang sekitar 200 meter per lintasan untuk memperoleh gambaran yang lebih luas mengenai kondisi geologi di kawasan tersebut.
Fokus utama penelitian saat ini adalah mengidentifikasi lapisan batuan yang berpotensi menjadi tempat penyimpanan gas di bawah permukaan. Selain itu, tim ingin mengetahui apakah terdapat struktur geologi berupa rekahan atau patahan yang dapat menjadi jalur keluarnya gas menuju permukaan.
Sementara itu, tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) juga telah menyampaikan kesimpulan sementara bahwa kebakaran diduga berasal dari gas hidrogen yang terbentuk dari fermentasi limbah pemotongan ayam, yang selama ini menjadi usaha pemilik rumah.
Pemerintah Kabupaten Sleman telah menunggu hasil kajian komprehensif tim ahli untuk menentukan status tanggap darurat bencana khusus penanganan lanjutan terkait fenomena kemunculan api misterius di Seyegan.
Untuk merespons kondisi darurat di lokasi, BPBD Sleman bersama instansi terkait telah menjalankan beberapa langkah penanganan, di antaranya penyiagaan respons cepat yakni menyediakan unit pemadam kebakaran dan tim relawan yang bersiaga di lokasi kejadian.
Pemilik rumah, Muftiana, mengaku masih dihantui rasa cemas. Ia dan keluarganya harus berjaga secara bergantian selama 24 jam untuk mengantisipasi kebakaran susulan yang sewaktu-waktu bisa membakar perabotan rumah tangga mereka.
Dalam beberapa hari terakhir, kebakaran misterius di Seyegan telah menjadi perhatian banyak pihak. Pemerintah daerah dan tim peneliti terus berupaya untuk menemukan penyebab kebakaran tersebut dan menanganinya dengan cepat dan efektif.
