Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 23 Juli 2026 | Sebuah video memperlihatkan sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) di pelosok Kepulauan Nias membawa wadah makanan atau omprengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menaiki tangga jalan yang curam. Video yang beredar luas di platform Instagram tersebut langsung menuai perhatian publik setelah diunggah oleh akun @snc.suara nusantara.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Sumatera Utara (Sumut), Agung Kurniawan, angkat bicara dan membenarkan peristiwa itu terjadi di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Nias Selatan. Berdasarkan data yang dihimpun pihak BGN, insiden siswa SD terpaksa mengangkat omprengan MBG tersebut terjadi pada Senin, 20 Juli 2026.
Merrespon cepat laporan itu, pihak BGN Sumut langsung mengambil tindakan tegas dengan melayangkan teguran keras kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bersangkutan pada Selasa, 21 Juli 2026. “Iya, benar video viral itu di Nias Selatan. Tapi begini, SPPG-nya itu sudah kami sampaikan teguran, bahwasanya untuk anak-anak sekolah itu tidak boleh membawa omprengan. Baik itu dari pinggir jalan sampai ke sekolah, itu enggak boleh,” tegas Agung saat dikonfirmasi, Rabu sore (22/07/2026).
Agung menegaskan bahwa aturan pendistribusian program MBG sudah memiliki SOP yang jelas. Seluruh proses pengiriman makanan hingga sampai ke lingkungan sekolah sepenuhnya merupakan tanggung jawab para relawan atau petugas SPPG. Pelibatan siswa untuk mengangkut wadah makanan tersebut adalah hal yang sangat menyalahi aturan.
Atas insiden ini, pihak BGN Sumut secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada publik sekaligus menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi mendalam agar kelalaian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. SPPG terkait langsung dipanggil dan diberi sanksi teguran sehari setelah kejadian. BGN Sumut juga memastikan distribusi makanan ke depannya murni dilakukan oleh relawan hingga tangan siswa di sekolah.
Sementara itu, di bidang olahraga, Putri Kusuma Wardani dan ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja berhasil melangkah ke babak kedua China Open 2026. Putri mengatasi perlawanan wakil tuan rumah Han Qian Xi dengan skor 21-16, 21-16, sedangkan Rehan/Gloria menundukkan pasangan Skotlandia Alexander Dunn/Julie Macpherson dengan skor 22-20, 23-25, 21-14.
Juara bertahan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri juga berhasil melenggang ke babak 16 besar China Open 2026 setelah mengalahkan wakil tuan rumah Huang Di/Liu Yang dengan skor 21-15, 20-22, 21-9.
Di lain pihak, pasangan suami istri di Semarang telah hidup selama 20 tahun tanpa listrik di rumah mereka. Mereka menggunakan cahaya sentir sebagai penerangan di malam hari. Meskipun demikian, mereka tetap bersyukur dan beradaptasi dengan kehidupan tanpa listrik.
Kesimpulan dari berbagai peristiwa tersebut adalah bahwa masih banyak hal yang perlu diperhatikan dan diperbaiki dalam masyarakat, baik itu dalam hal pendidikan, olahraga, maupun kehidupan sehari-hari. Namun, dengan semangat dan keinginan untuk maju, kita dapat mengatasi berbagai tantangan dan mencapai kesuksesan.
