Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 30 April 2026 | Konferensi pers yang digelar di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/4/2026) menjadi ajang bagi Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, mengungkap secara detail alasan Presiden Prabowo Subianto membagikan kaus May Day serta payung kepada ribuan buruh yang akan berkumpul di Monumen Nasional pada 1 Mei 2026. Dalam percakapan hampir empat jam pada awal Maret, Prabowo menekankan keinginannya agar buruh tidak “kepanasan” saat perayaan, lalu secara spontan mengusulkan pembuatan kaus khusus.
Andi menjelaskan bahwa proses desain kaus May Day melibatkan Presiden secara langsung, mulai dari pemilihan warna, gradasi, hingga pesan yang tertuang di atasnya. “Warna kaus ada krem, putih, serta biru tua. Tulisan ‘May Day’ dan ilustrasi perjuangan buruh ditambahkan sesuai arahan beliau,” ujar Andi. Presiden juga menolak penempatan wajahnya pada kaus, menegaskan bahwa acara tersebut bukan sarana kampanye politik melainkan simbol solidaritas buruh.
Selain kaus, Prabowo menambahkan niatnya untuk memberikan payung sebagai perlengkapan tambahan. Payung tersebut dirancang dengan motif yang mencerminkan persatuan, kesatuan, dan perjuangan buruh, serta mengusung warna merah putih yang melambangkan kecintaan pada Tanah Air. “Saya tidak ingin buruh pulang dengan tangan hampa,” kata Prabowo dalam pertemuan tersebut, menambah bahwa hadiah khusus dari dana pribadi juga akan disiapkan.
Rencana pembagian kaus dan payung tidak hanya bersifat simbolik, melainkan juga praktis. KSPSI memperkirakan bahwa sekitar 400.000 hingga 500.000 peserta, termasuk pekerja ojek online, akan hadir di Monas. Setiap peserta akan menerima kaus May Day yang telah dirancang khusus oleh Presiden, serta payung yang melambangkan perlindungan bagi mereka yang bekerja di luar ruangan.
Andi menegaskan bahwa seluruh biaya penyelenggaraan May Day 2026 tidak memakai dana APBN. “Tidak ada uang negara yang dipakai, semua berasal dari tangan‑tangan baik yang peduli pada gerakan buruh,” katanya. Meskipun sumber pendanaan tidak diungkapkan secara rinci, ia menambahkan bahwa serikat pekerja dan relawan telah menggalang sumbangan serta dukungan logistik untuk memastikan kelancaran acara.
Selain pemberian kaus dan payung, Prabowo dijadwalkan menyampaikan pidato yang akan menanggapi aspirasi buruh, seperti isu pemutusan hubungan kerja, keselamatan kerja, dan ratifikasi konvensi ILO 188 serta 190. Ia juga berjanji akan mengumumkan kebijakan baru yang mendukung kesejahteraan pekerja, termasuk regulasi bagi ojek online serta program pelatihan keterampilan.
Secara keseluruhan, keputusan Prabowo untuk berbagi kaus May Day dan payung mencerminkan upaya konkret dalam memperkuat ikatan solidaritas antara pemerintah dan dunia kerja. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa perayaan May Day 2026 akan menjadi momentum penting bagi dialog konstruktif antara serikat pekerja, pemerintah, dan sektor swasta.
Dengan menekankan detail desain, penolakan penggunaan citra pribadi, serta komitmen menyediakan perlengkapan tanpa mengandalkan anggaran negara, KSPSI memberikan gambaran jelas mengapa kaus May Day dan payung menjadi simbol utama perayaan buruh tahun ini.
