Gabriel Magalhaes Dikritik Setelah Brasil Ditahan Imbang Maroko di Piala Dunia

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 14 Juni 2026 | Brasil harus mengawali kampanye Piala Dunia 2026 dengan hasil yang tidak memuaskan. Mereka ditahan imbang oleh Maroko dengan skor 1-1 di pertandingan perdana Grup C.

Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion New York New Jersey, East Rutherford, Amerika Serikat. Lini pertahanan Brasil terlihat rapuh dan bisa dieksploitasi oleh lawan. Kesalahan fatal di area krusial ini akhirnya harus dibayar mahal oleh tim yang difavoritkan sebagai juara.

Baca juga:

Penampilan kurang meyakinkan ini langsung memicu berbagai reaksi tajam dari para pakar sepak bola internasional. Legenda timnas Inggris, Alan Shearer, tidak segan memberikan analisis menohok mengenai kinerja buruk barisan belakang Brasil.

Bencana bagi benteng pertahanan Brasil terjadi tepat pada menit ke-21. Penyerang Maroko, Ismael Saibari, memanfaatkan ruang kosong di area pertahanan lawan untuk melepaskan tembakan akurat. Gol pembuka mengejutkan tersebut berawal dari miskomunikasi parah antara Gabriel Magalhaes, Marquinhos, serta penjaga gawang Alisson Becker.

Alan Shearer merasa sangat heran dengan buruknya sistem pertahanan Brasil. Ia menilai pergerakan para pemain bertahan terlalu lambat dalam memotong alur bola tim Maroko. “Gabriel terlihat goyah hari ini. Dalam dua atau tiga kesempatan bola keluar dan saya rasa ia bisa saja merebutnya, tetapi ia tidak melakukannya. Ia lambat. Terutama dengan gol di babak pertama, jarak antara dirinya dan Marquinhos sangat besar,” kritiknya.

Kondisi tertinggal di babak pertama jelas menyuntikkan tekanan psikologis yang teramat berat bagi para penggawa Brasil. Beruntung mereka dianugerahi bakat sekelas Vinicius Jr yang sukses mengamankan gol penyeimbang melalui aksi individu gemilang pada menit ke-32.

Brasil akhirnya harus puas dengan hasil imbang 1-1. Mereka masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki penampilan di pertandingan selanjutnya. Namun, mereka harus segera memperbaiki sistem pertahanan yang rapuh jika ingin mencapai kesuksesan di Piala Dunia 2026.

Dion Dublin juga menyatakan bahwa komunikasi antara Gabriel Magalhaes dan Alisson Becker sangat buruk. Ia merasa bahwa kesalahan tersebut tidak boleh terjadi, terutama di level Piala Dunia.

Brasil masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki penampilan di pertandingan selanjutnya. Mereka harus segera memperbaiki sistem pertahanan yang rapuh jika ingin mencapai kesuksesan di Piala Dunia 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *