Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 27 April 2026 | Aipda Purnomo, sosok yang kini dikenal luas sebagai polisi pelindung ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), memulai perjalanan hidupnya di sebuah sudut pasar kecil di Lamongan. Sebelum mengenakan seragam, ia menghidupi keluarganya dengan berjualan soto yang terkenal pedas dan gurih. Kegiatan sederhana ini menumbuhkan rasa kerja keras, kejujuran, dan semangat melayani yang kemudian menjadi fondasi utama kariernya.
Keputusan untuk meninggalkan dagang soto tidak datang begitu saja. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Aipda melanjutkan ke Polri dengan harapan dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi masyarakat. Selama masa pelatihan, ia dikenal sebagai pribadi yang disiplin dan selalu membantu rekan-rekannya, baik dalam tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah resmi menjadi anggota Polri, Aipda ditugaskan di unit yang menangani kasus kesehatan mental. Di sinilah ia menemukan panggilan sejatinya: melindungi mereka yang sering kali terpinggirkan karena kondisi mental. Dalam beberapa tahun terakhir, Aipda berhasil menangani dan merawat ratusan ODGJ, memastikan mereka mendapatkan perawatan medis, psikologis, dan dukungan sosial yang layak. Upaya ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup para pasien, tetapi juga mengurangi stigma negatif di masyarakat.
Selain dedikasinya di lapangan, Aipda terus mengasah ilmu pengetahuan. Pada tahun 2023, ia berhasil meraih gelar Magister Hukum (S2) dari Universitas Teknologi Merdeka (Unitomo) Surabaya. Gelar tersebut tidak hanya menambah kredibilitas profesionalnya, tetapi juga memperluas wawasannya dalam bidang hak asasi manusia, khususnya hak-hak ODGJ. Ia sering menyampaikan materi tentang perlindungan hukum bagi pasien mental dalam seminar internal Polri dan forum publik.
Komitmen Aipda terhadap masyarakat tak berhenti pada tugas resmi. Ia aktif dalam kegiatan sosial, terutama yang berkaitan dengan sedekah dan wakaf. Setiap bulan, sebagian dari gaji dan bonusnya dialokasikan untuk membantu keluarga ODGJ yang kurang mampu, menyediakan kebutuhan dasar seperti makanan, obat, dan biaya perawatan. Program ini ia beri nama “Wakaf Kehidupan” dan telah menjangkau lebih dari seratus keluarga hingga kini.
- Awal Karier: Penjual soto di Lamongan, mengasah ketangguhan dan kejujuran.
- Masuk Polri: Mengikuti pendidikan kepolisian, menonjol dalam disiplin.
- Penugasan Khusus: Menangani ODGJ, merawat ratusan pasien.
- Pendidikan Lanjutan: Meraih Magister Hukum di Unitomo Surabaya.
- Kegiatan Sosial: Program Wakaf Kehidupan, bantuan rutin untuk keluarga ODGJ.
Perjalanan hidup Aipda Purnomo menjadi contoh nyata bahwa latar belakang sederhana tidak menghalangi seseorang untuk mencapai prestasi luar biasa. Dari penjual soto hingga menjadi polisi yang mengabdikan diri untuk melindungi orang dengan gangguan jiwa, ia menunjukkan bahwa tekad, kerja keras, dan kepedulian sosial dapat mengubah nasib banyak orang. Keberhasilannya meraih gelar Magister Hukum menegaskan pentingnya pendidikan berkelanjutan bagi aparat penegak hukum, terutama dalam konteks perlindungan hak asasi manusia.
Dengan reputasi yang terus berkembang, Aipda kini menjadi inspirasi bagi generasi muda di Lamongan dan sekitarnya. Ia sering diundang menjadi pembicara di sekolah-sekolah, mengajarkan nilai-nilai kejujuran, kerja keras, dan pentingnya memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Pesan utama yang selalu ia sampaikan adalah bahwa setiap orang, tak peduli dari mana asalnya, dapat menjadi agen perubahan jika memiliki niat tulus dan semangat pantang menyerah.
Ke depan, Aipda berencana memperluas program “Wakaf Kehidupan” ke provinsi lain, serta menggalang kerja sama dengan lembaga kesehatan mental nasional untuk menciptakan kebijakan yang lebih inklusif. Dengan dukungan keluarga, rekan kerja, dan masyarakat, ia yakin dapat terus meningkatkan kualitas hidup ODGJ di Indonesia.
Kesimpulannya, kisah Aipda Purnomo membuktikan bahwa ketekunan, pendidikan, dan kepedulian sosial dapat mengubah hidup seseorang menjadi lebih bermakna, sekaligus memberi dampak positif bagi ribuan orang yang membutuhkan.
