Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 24 Mei 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi cuaca buruk ini disebabkan oleh daerah konvergensi di berbagai wilayah.
BMKG juga mengingatkan potensi gelombang tinggi 1,5-2,5 meter di perairan Sumatera Utara. Sejumlah kota besar diprakirakan diguyur hujan dengan intensitas berbeda sepanjang hari.
Prakirawan BMKG, Miftah Ali menjelaskan kondisi cuaca tersebut dipengaruhi adanya daerah konvergensi yang memanjang di sejumlah wilayah. Fenomena itu terpantau mulai dari Bengkulu, perairan barat Lampung hingga barat daya Banten, Laut Halmahera, Teluk Cendrawasih hingga Papua Barat, serta Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya.
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Jabodetabek pada Sabtu, 23 Mei 2026, mulai pukul 17.00 WIB. Hujan lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi melanda Kabupaten Bogor, Bekasi, hingga beberapa wilayah Jakarta Selatan dan Timur.
Kondisi ini berisiko memicu banjir serta membahayakan warga yang beraktivitas di luar ruangan selama akhir pekan berlangsung. Warga yang berada di wilayah terdampak disarankan untuk menunda perjalanan atau segera mencari tempat berlindung sebelum pukul 17.00 WIB.
BMKG juga mengimbau warga untuk menghindari berteduh di bawah pohon atau area terbuka demi keselamatan saat cuaca ekstrem benar-benar datang.
Kondisi cuaca buruk ini patut diwaspadai lantaran bertepatan dengan jam sore hari, saat warga Jakarta biasanya mulai banyak beraktivitas di luar ruangan untuk menikmati akhir pekan. Hujan deras di kawasan hulu seperti Bogor dan Bekasi juga berpotensi memicu kiriman air ke sungai-sungai yang melintasi Jakarta, termasuk Sungai Ciliwung, sehingga ancaman banjir dan genangan di wilayah terdampak perlu diantisipasi sejak dini.
Dalam menghadapi cuaca buruk ini, warga diharapkan untuk selalu memantau informasi terkini dari BMKG dan mengikuti instruksi dari pemerintah setempat. Dengan demikian, diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan dan kerusakan akibat cuaca ekstrem.
