Denada Ungkap Alasan Tutupi Identitas Ayah Ressa: Pengakuan, Permintaan Maaf, dan Upaya Damai Keluarga

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 13 April 2026 | Jakarta, 13 April 2026 – Penyanyi dangdut berusia 47 tahun, Denada, kembali menjadi sorotan publik setelah mengungkap alasan utama mengapa ia menutup rapat identitas ayah biologis putranya, Ressa Rizky Rosano. Dalam program FYP di Trans7, Denada menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan sekadar pilihan pribadi, melainkan didasarkan pada pengalaman pahit masa lalu serta keinginan untuk melindungi anak‑anaknya dari beban emosional yang tidak perlu.

Menurut Denada, Ressa Rizky telah lama memilih untuk tidak hadir dalam kehidupan keluarga. “Dia sudah memutuskan untuk tidak berada di hidup kami,” ujarnya dengan nada tenang namun tegas. Karena sang ayah menghilang tanpa jejak, Denada merasa tidak ada manfaat bagi publik bila identitasnya diungkap. Ia menambahkan, “Aku sudah memaafkan dia, dan aku tidak mau menyalahkan dia,” menegaskan sikap berdamai dengan masa lalu.

Baca juga:

Keputusan menutup identitas ayah kandung Ressa juga memicu spekulasi mengenai kemungkinan keterlibatan nama‑nama selebriti lain. Pada kesempatan yang sama, Denada meminta maaf secara terbuka kepada Iwa K dan Teuku Ryan, dua artis yang sempat terseret dalam rumor karena hubungan pribadi mereka dengan penyanyi itu pada masa lampau. “Bukan Iwa K, bukan Teuku Ryan. Maafkan saya atas spekulasi yang tidak berdasar,” tegas Denada, menegaskan bahwa tidak ada bukti yang mengaitkan mereka dengan ayah biologis Ressa.

Selain itu, Denada mengakui bahwa selama 24 tahun ia menyembunyikan fakta keberadaan Ressa dari putrinya, Aisha Aurum. Pada program FYP tanggal 12 April, ia mengungkapkan bahwa pertama‑tama ia memberi penjelasan langsung kepada Aisha, melibatkan psikolog untuk memastikan kesejahteraan mental sang anak. “Aku tidak mau kesalahan yang sama terulang, jadi Aisha harus tahu dari mulutku sendiri,” kata Denada. Reaksi Aisha tercatat positif; ia menerima kenyataan dengan lapang dada dan mengungkapkan harapan dapat bertemu kembali dengan kakaknya.

Kasus ini sempat berujung pada gugatan perdata yang diajukan Ressa pada November 2025 di Pengadilan Negeri Banyuwangi, menuntut pengakuan sebagai anak biologis serta ganti rugi sebesar Rp7 miliar atas dugaan penelantaran. Pada Februari 2026, Denada secara resmi mengakui Ressa sebagai anak kandungnya, menjelaskan bahwa keputusan untuk tidak mengasuh Ressa sejak bayi dipengaruhi oleh kondisi mentalnya yang belum stabil pada saat itu. Ia menambahkan bahwa ayah biologis Ressa merupakan sosok yang tidak bertanggung jawab, sehingga menutup rapat identitas dianggap langkah paling aman bagi keluarga.

Meskipun anak laki‑kakinya kini menetap di Banyuwangi, Denada menegaskan niatnya untuk mempererat hubungan keluarga. Ia mengajak Ressa untuk tinggal sementara di rumahnya ketika berada di Jakarta, serta berjanji mendampingi karier apa pun yang dipilih anaknya. “Insyaallah, aku akan mendukungnya dan berdoa agar dia mendapatkan rezeki yang baik,” tuturnya. Dengan sikap memaafkan, mengakui kesalahan, serta memberikan klarifikasi publik, Denada berharap dapat menutup bab kelam dalam kehidupannya dan memulai fase baru yang lebih transparan bagi generasi berikutnya.

Secara keseluruhan, keputusan Denada untuk menutup rapat identitas ayah kandung Ressa sekaligus mengungkapkan alasan di baliknya mencerminkan dinamika keluarga yang kompleks di balik dunia hiburan. Sikap terbuka kepada anak‑anaknya, permintaan maaf kepada pihak yang tak bersalah, dan penegasan tentang perdamaian dengan masa lalu menjadi inti dari narasi yang kini menjadi perbincangan publik luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *