Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 24 Juli 2026 | Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) telah memulai proses penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada Juli 2026. Masyarakat dapat mengecek status penerima melalui laman resmi Kementerian Sosial (Kemensos). Bantuan sosial PKH dan BPNT merupakan program pemerintah yang ditujukan bagi keluarga penerima manfaat (KPM) yang telah terdata dalam sistem kesejahteraan sosial.
Penyaluran dilakukan secara bertahap sesuai hasil verifikasi dan pemutakhiran data penerima. Masyarakat yang ingin mengetahui apakah termasuk penerima bansos dapat melakukan pengecekan secara mandiri melalui situs resmi Cek Bansos Kemensos dengan memasukkan data sesuai identitas kependudukan.
Link resmi cek penerima bansos PKH dan BPNT adalah https://cekbansos.kemensos.go.id. Melalui situs tersebut, masyarakat dapat memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai KTP dan kode verifikasi untuk mengetahui status penerimaan bantuan.
Selain melalui situs, masyarakat juga dapat menggunakan aplikasi Cek Bansos Kemensos yang tersedia untuk membantu pengecekan serta pengusulan data penerima bantuan sosial. Cara cek penerima PKH dan BPNT dapat dilakukan dengan beberapa langkah mudah.
Pertama, buka situs resmi Cek Bansos Kemensos atau aplikasi Cek Bansos Kemensos. Kemudian, masukkan NIK dan kode verifikasi, lalu klik tombol “Cek”. Setelah itu, akan muncul informasi terkait data penerima manfaat, termasuk status bantuan sosial dan kategori desil yang tercatat dalam sistem.
Desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga yang digunakan sebagai salah satu dasar penentuan sasaran program bantuan sosial pemerintah. Data tersebut bersumber dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang mencakup berbagai indikator sosial ekonomi masyarakat.
Dalam sistem DTSEN, terdapat 10 kelompok desil yang masing-masing berisi 10 persen keluarga di Indonesia. Desil 1 menunjukkan kelompok keluarga dengan tingkat kesejahteraan 10 persen terbawah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.
Masyarakat dapat melakukan pengecekan desil bansos melalui situs resmi Cek Bansos Kemensos dengan langkah berikut: Setelah pencarian berhasil, masyarakat dapat melihat informasi terkait data penerima manfaat, termasuk status bantuan sosial dan kategori desil yang tercatat dalam sistem.
Apabila data yang tercatat tidak sesuai, masyarakat dapat melakukan pembaruan melalui pemerintah desa atau kelurahan, dinas sosial, maupun layanan pembaruan data yang tersedia. Kelompok desil yang berpeluang mendapat bansos adalah desil 1 hingga 4.
Kementerian Sosial (Kemensos) resmi memperketat akurasi dan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk periode tahun 2026. Dalam skema terbaru ini, pemerintah menjadikan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis data utama.
Penggunaan basis data tunggal ini digulirkan untuk mengikis potensi masalah salah sasaran yang kerap terjadi di berbagai daerah. Melalui mekanisme anyar ini, tingkat perekonomian masyarakat dipetakan secara terstruktur ke dalam 10 tingkatan kelompok atau desil.
Pengelompokan tersebut membagi struktur ekonomi warga secara presisi dari yang paling rentan hingga yang paling mandiri. Indikator angka desil terendah merepresentasikan kelompok masyarakat paling rentan yang diprioritaskan mendapat bantuan pangan hingga modal usaha.
Sebaliknya, kelompok dengan angka desil tertinggi dikategorikan sebagai masyarakat mampu yang tidak lagi memenuhi kriteria penerima bantuan. Dengan pemetaan yang jauh lebih tertata ini, potensi tumpang tindih data dapat ditekan secara signifikan sekaligus meningkatkan transparansi anggaran jaminan sosial.
Kesimpulan, pengecekan status penerima bantuan sosial dapat dilakukan secara mandiri melalui situs resmi Cek Bansos Kemensos atau aplikasi Cek Bansos Kemensos. Masyarakat dapat memasukkan NIK dan kode verifikasi untuk mengetahui status penerimaan bantuan. Desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga yang digunakan sebagai salah satu dasar penentuan sasaran program bantuan sosial pemerintah.
