Demo Mahasiswa Mengguncang Kemdik Tisaintek: Wamendikti Fauzan Disoraki, Kartu Kuning Dilempar

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 05 Mei 2026 | Demonstrasi mahasiswa pada Senin, 4 Mei 2026, di depan Gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdik Tisaintek) Jakarta, sempat memanas hingga menimbulkan kerumunan massa yang menggelar aksi protes Hari Pendidikan Nasional. Aksi tersebut berujung pada pertemuan langsung antara Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan, dengan para demonstran yang menuntut kejelasan terkait beberapa kebijakan kementerian.

Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) memulai aksi dengan menuntut transparansi atas isu penutupan program studi yang mereka anggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Saat Fauzan menyampaikan bahwa tidak ada kebijakan penutupan, melainkan penataan kembali program studi, sebagian massa langsung melontarkan teriakan “pembohong” sebagai ungkapan ketidakpercayaan mereka.

Baca juga:

Selama pertemuan, Fauzan menegaskan bahwa kementerian hanya melakukan penataan yang bertujuan memperkuat kualitas program studi, bukan menutupnya. Ia menambahkan, “Penataan itu memberikan penguatan terhadap program studi-program studi. Dan ini juga tidak hanya persoalan keguruan, tetapi juga program-program studi yang lain.” Pernyataan tersebut disambut dengan sorakan penolakan, sekaligus permintaan agar pemerintah segera menindaklanjuti isu-isu struktural di perguruan tinggi.

Selain menolak tuduhan penutupan prodi, Fauzan juga menyinggung masalah kekerasan seksual di lingkungan kampus. Ia menegaskan bahwa kementerian tidak akan mentoleransi tindakan tersebut dan siap menjadi pihak pertama yang mengambil langkah tegas bila kasus serupa terulang.

Tak lama setelah pernyataan tersebut, seorang mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menyerahkan “kartu kuning” kepada Fauzan. Kartu itu sekaligus ditujukan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), menandakan kritik luas terhadap kedua kementerian yang dianggap belum menghasilkan program konkrit untuk mengatasi permasalahan pendidikan. “Kami memberi kartu kuning sebagai warning bagi Kemendik Tisaintek dan Dikdasmen yang secara program tidak pernah menyentuh akar masalah pendidikan,” ujar mahasiswa UI tersebut.

Cuaca yang semula cerah berubah menjadi hujan badai disertai angin kencang, menambah ketegangan di lokasi aksi. Hujan deras akhirnya menjadi faktor utama yang memaksa massa untuk membubarkan diri pada pukul 17.45 WIB. Setelah pertemuan selesai, para mahasiswa menyatakan akan menunggu tindak lanjut resmi dari kementerian.

Akibat aksi tersebut, jalan-jalan di sekitar kompleks Gelora Bung Karno, khususnya Jalak Pintu Satu Senayan, mengalami kemacetan. Penutupan sementara jalan mengarah ke Jalan Asia Afrika membuat pengendara harus beralih ke rute alternatif. Kondisi lalu lintas kembali normal setelah massa menghilang, namun antrean kendaraan keluar dari kawasan GBK tetap padat, terutama di titik putar balik depan mal fX Sudirman dan keluar Pintu 5 Kompleks GBK.

Berbagai kelompok mahasiswa turut berpartisipasi dalam aksi, dengan tiga kelompok utama mengajukan tuntutan yang meliputi:

  • Penataan program studi yang transparan tanpa penutupan yang menimbulkan kebingungan.
  • Peningkatan kebijakan penanggulangan kekerasan seksual di kampus.
  • Penerapan program konkret yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan dasar.

Fauzan berjanji akan menindaklanjuti semua poin yang diangkat, meski belum ada jadwal pasti untuk penyelesaian. Ia menutup pertemuan dengan menekankan pentingnya dialog terbuka antara pemerintah dan mahasiswa sebagai wujud komitmen bersama dalam memajukan pendidikan nasional.

Demonstrasi ini mencerminkan kekecewaan generasi muda terhadap lambatnya kebijakan pendidikan yang dirasa belum memenuhi kebutuhan era digital dan pasar kerja. Sementara pemerintah menegaskan posisi mereka, aksi mahasiswa menjadi sinyal kuat bahwa dialog berkelanjutan dan aksi nyata tetap diperlukan.

Dengan berakhirnya aksi setelah hujan deras, situasi di sekitar Kemdik Tisaintek kembali tenang, namun tekanan publik terhadap pemerintah pendidikan tetap tinggi. Kedepannya, mata publik akan memantau sejauh mana komitmen yang diungkapkan oleh Fauzan akan terwujud dalam kebijakan yang nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *