Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 24 April 2026 | Jumat malam, 24 April 2026, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) menjadi saksi pertarungan klasik antara Arema FC dan Persib Bandung dalam pekan ke-29 BRI Super League. Kedua tim sama-sama mengoleksi dua kemenangan dan satu hasil imbang dalam tiga laga terakhir, namun perbedaan posisi klasemen menambah ketegangan. Persib menempati puncak klasemen, sementara Arema berada di urutan sebelas. Pertandingan ini menjadi ujian mental bagi Singo Edan yang ingin menepis stigma kalah di kandang Maung Bandung.
Arema FC memasuki laga ini dengan catatan positif: kemenangan atas Persis Solo (2-1), kemenangan melawan Persita Tangerang (3-0), dan hasil imbang melawan Malut United (1-1). Dua pemain andalan, Lucas Frigeri dan Gustavo Franca, menjadi simbol kebangkitan tim setelah periode tekanan. Frigeri, yang kembali menunjukkan ketajamannya di lini tengah, sering menjadi penghubung serangan, sedangkan Franca menambah ancaman dari sayap kanan dengan kecepatan dan dribbling yang berbahaya.
Di sisi lain, Persib Bandung dipimpin oleh pelatih Bojan Hodak yang belum pernah mengalami kekalahan melawan Arema dalam delapan pertemuan terakhir. Persib mencatat 14 kemenangan beruntun di kandang, menjadikan GBLA benteng tak terkalahkan. Namun, Hodak melakukan rotasi penting menjelang pertandingan. Penjaga gawang senior Teja Paku Alam digantikan oleh Fitrah Maulana, pemain muda berusia 19 tahun yang telah menunjukkan performa impresif saat menggantikan dalam laga melawan Borneo FC.
Berikut ringkasan hasil tiga pertandingan terakhir masing-masing tim:
| Tim | Laga | Hasil |
|---|---|---|
| Arema FC | Persis Solo | Menang 2-1 |
| Arema FC | Persita Tangerang | Menang 3-0 |
| Arema FC | Malut United | Imbang 1-1 |
| Persib Bandung | PSM Makassar | Menang 2-0 |
| Persib Bandung | Persebaya Surabaya | Menang 1-0 |
| Persib Bandung | Barito Putera | Imbang 0-0 |
Pelatih Arema, Marcos Santos, menegaskan pentingnya konsentrasi penuh. “Kami datang dengan dua kemenangan, jadi motivasi tinggi. Namun, Persib adalah tim yang sangat kuat, terutama di GBLA. Kami harus siap secara fisik, mental, dan taktis untuk memberikan kejutan,” ujarnya dalam konferensi pers pra‑pertandingan.
Strategi Arema berfokus pada serangan balik cepat, memanfaatkan kecepatan Franca di sisi kanan serta kemampuan Frigeri dalam mengatur tempo. Di lini pertahanan, Arema mengandalkan pengalaman bek tengah yang solid untuk menahan serangan Persib yang biasanya mengandalkan pressing tinggi.
Sementara itu, Bojan Hodak menyiapkan formasi 4-3-3 dengan fleksibilitas. Penggantian Teja Paku Alam oleh Fitrah Maulana dianggap sebagai peluang bagi pemain muda untuk menunjukkan ketangguhan di bawah tekanan. Lini belakang Persib tetap dipimpin oleh Frans Putros, Patricio Matricardi, Federico Barba, dan Eliano Reijnders, yang diharapkan dapat menutup ruang bagi serangan Arema.
Jika Arema berhasil mengeksekusi taktik serangan balik dengan presisi, mereka berpotensi membuka celah pada pertahanan Persib yang terkadang terlalu maju. Sebaliknya, Persib diharapkan mengandalkan kontrol bola yang menguasai tengah lapangan, memanfaatkan kreativitas pemain sayap dan ketajaman striker untuk menekan pertahanan Arema.
Prediksi awal menilai pertandingan ini akan berlangsung ketat, dengan peluang gol terbuka di kedua sisi. Kedua pelatih menekankan pentingnya disiplin dalam bertahan dan transisi cepat dalam menyerang. Jika Arema mampu memanfaatkan momen-momen lewat melalui sayap, mereka dapat mencuri poin penting di atas tanah lawan.
Dengan sorotan media dan ribuan suporter yang menanti, pertandingan ini tidak hanya menjadi pertarungan poin, tetapi juga simbol persaingan tradisional antara dua klub bersejarah. Hasil akhir akan sangat menentukan arah persaingan juara BRI Super League 2025/2026.
