Polsek Cileungsi Selundup Jadi Satpam, Bongkar Jaringan Penjualan Obat Keras Besar-Besaran

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 18 April 2026 | Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, mengungkap operasi penyamaran yang berhasil menghentikan peredaran ribuan butir obat keras ilegal di wilayah Bogor pada pertengahan April 2026. Dengan menyamar sebagai satpam, Edison bersama timnya berhasil menjerat dua pengedar utama di kawasan Cikalagan, Cileungsi, serta memperluas penyelidikan hingga ke Bekasi. Hasil penangkapan mengungkap total 1.000 butir obat keras, termasuk tramadol, hexymer, dan jenis zat berbahaya lainnya.

Pada Selasa, 14 April 2026, tim Reskrim Polsek Cileungsi melakukan penyamaran pertama di kawasan Cikalagan. Menggunakan identitas satpam, mereka mendekati dua pelaku yang tengah melakukan transaksi jual‑beli narkotika. Kedua tersangka berhasil diamankan bersama barang bukti berupa lebih dari 500 butir obat keras. Salah satu pelaku mencoba melarikan diri, namun berhasil dikejar dan tertangkap oleh unit pendukung di wilayah Bekasi. Di lokasi tersebut, dua pemuda tambahan yang membawa narkotika serupa juga ditangkap.

Baca juga:

Barang bukti yang disita meliputi:

  • Tramadol: 487 butir
  • Hexymer: 226 butir
  • Obat berwarna kuning: 184 butir
  • Obat berwarna putih: 228 butir
  • Uang tunai: Rp 439.500
  • 3 unit handphone milik tersangka

Semua barang bukti dan tersangka selanjutnya dilimpahkan ke Satresnarkoba Polres Bogor untuk proses penyelidikan lanjutan. Dalam pernyataannya, Kompol Edison menekankan bahwa operasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polres Bogor untuk memerangi peredaran narkotika yang semakin canggih.

Tak hanya di Cileungsi, aksi penyamaran serupa juga dilakukan oleh Kapolsek Dramaga, AKP AM Zalukhu, yang memilih menyamar sebagai ustaz. Pada Kamis, 16 April 2026, Zalukhu berhasil mengamankan dua pengedar serta dua pembeli di sekitar Terminal Laladon, Bogor. Penyamarannya sebagai tokoh agama mempermudah penangkapan karena para pelaku merasa lebih aman bertransaksi di lingkungan yang dianggap netral.

Menurut Zalukhu, operasi dimulai dari laporan masyarakat tentang dugaan jual‑beli obat keras di area terminal. Timnya melakukan penyelidikan, menyamar, dan akhirnya mengamankan empat orang yang terlibat dalam distribusi zat terlarang. Barang bukti yang disita serupa dengan yang ditemukan di Cileungsi, menegaskan pola peredaran narkotika yang terkoordinasi antar wilayah.

Penangkapan-penangkapan ini menimbulkan keprihatinan di kalangan warga Bogor yang selama ini mengeluhkan meningkatnya kasus penyalahgunaan obat keras. Warga menyatakan rasa aman mulai kembali setelah melihat tindakan tegas aparat. Sementara itu, pihak kepolisian menegaskan bahwa penyamaran adalah metode krusial untuk menembus jaringan kriminal yang semakin beradaptasi dengan teknologi dan taktik lawan.

Polres Bogor berencana memperluas operasi penyamaran ke wilayah lain di Jawa Barat. Pendekatan ini diharapkan dapat mengungkap lebih banyak jaringan distribusi yang beroperasi secara tersembunyi, sekaligus memberi efek jera bagi pelaku yang mengira dapat melancarkan bisnis narkotika tanpa gangguan.

Kasus ini juga menyoroti pentingnya kerjasama antara kepolisian dengan masyarakat. Laporan warga menjadi titik awal bagi penyelidikan, dan dukungan moral masyarakat terhadap aparat menjadi faktor pendukung utama keberhasilan operasi. Dengan mengintegrasikan intelijen masyarakat, kepolisian berharap dapat menutup celah‑celah yang selama ini dimanfaatkan oleh para pengedar.

Secara keseluruhan, operasi penyamaran yang dilakukan oleh Kapolsek Cileungsi dan Dramaga menunjukkan inovasi taktik kepolisian dalam memerangi peredaran narkotika. Penangkapan 4 pengedar dan penyitaan 1.000 butir obat keras merupakan pencapaian signifikan yang diharapkan dapat menurunkan angka peredaran narkotika di wilayah Bogor dan sekitarnya. Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan terus memberikan dukungan logistik serta edukasi anti‑narkoba kepada publik untuk memperkuat upaya pencegahan.

Dengan hasil yang menggembirakan ini, harapan besar muncul bahwa strategi penyamaran akan menjadi standar operasi dalam pemberantasan narkotika, tidak hanya di Bogor tetapi juga di wilayah lain yang menghadapi masalah serupa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *