Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 18 Mei 2026 | Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali menjadi sorotan utama masyarakat Indonesia di awal pekan ini. Pada Senin, 18 Mei 2026, kurs jual dolar AS di bank-bank besar nasional masih bertahan tinggi di kisaran Rp 17.670-an per dolar AS.
Menurut data dari berbagai sumber, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah mencapai rekor terlemah sepanjang sejarah, dengan kurs jual mencapai Rp 17.583,48 dan kurs beli mencapai Rp 17.408,52 pada hari sebelumnya.
Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan pernyataan yang langsung viral, menyatakan bahwa pelemahan dolar tidak berdampak langsung bagi masyarakat desa karena transaksi menggunakan mata uang rupiah. Namun, pernyataan tersebut justru memicu geger dan banjir kritik di media sosial serta dari kalangan ekonom.
Kritikus berargumen bahwa meskipun warga desa tidak bertransaksi langsung dengan dolar di warung atau sawah, mereka tetap terdampak melalui rantai pasok ekonomi. Indonesia masih sangat bergantung pada impor, terutama untuk bahan pangan strategis seperti kedelai, gandum, pupuk, hingga suku cadang peralatan pertanian.
Ketika dolar naik, biaya impor melonjak, yang akhirnya mendorong inflasi dan kenaikan harga barang di tingkat konsumen—termasuk di desa. Ekonom seperti Syafruddin Karimi dari Universitas Andalas dan peneliti LPEM FEB UI menyoroti bahwa petani yang menjual hasil panen juga merasakan efek domino: harga input naik, daya beli turun, dan inflasi pangan menggerus pendapatan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa langsung menegaskan bahwa fundamental ekonomi nasional tetap bertumbuh kuat. Namun, pemerintah tetap berupaya untuk stabilkan nilai tukar rupiah dan menghadapi tekanan global yang memengaruhi mata uang Indonesia.
Dalam beberapa hari terakhir, nilai tukar rupiah telah mengalami fluktuasi yang cukup besar. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan untuk tetap waspada dan memantau perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di awal pekan ini.
Kurs rupiah terhadap dolar AS masih menjadi sorotan utama masyarakat Indonesia. Pemerintah berupaya untuk stabilkan nilai tukar rupiah dan menghadapi tekanan global yang memengaruhi mata uang Indonesia.
