Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 18 Mei 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 3,76% ke level 6.470 pada perdagangan sesi pertama, Senin (18/5). Pelemahan terjadi terutama karena tekanan saham sektor industri dasar dan transportasi.
Saham-saham yang sebelumnya dikeluarkan dari indeks global MSCI juga turun, seperti ANTM dan BUMI. ANTM anjlok 12% ke Rp3.080, sedangkan BUMI turun 5,61% ke Rp202.
Menurut pakar pertambangan Edi Permadi, kontraksi sektor pertambangan pada awal tahun ini dipicu oleh kombinasi kebijakan domestik dan dinamika global. Ia menyarankan strategi ke depan harus menyeimbangkan antara penerimaan negara dan keberlanjutan investasi.
Indeks Bisnis-27 juga melemah, namun sejumlah saham seperti ASII, TLKM, dan MEDC masih bergerak menguat. Penguatan harga saham dipimpin oleh PT Astra International Tbk. (ASII) yang naik 4,35% ke Rp6.000.
Kinerja sektor pertambangan Indonesia mengawali tahun ini dengan catatan terkontraksi pada kuartal I/2026 secara tahunan. Di tengah kinerja ekonomi nasional yang tetap ekspansif, sektor pertambangan terkontraksi sebesar 2,14%.
Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) meminta pemerintah melibatkan pelaku industri dalam pembahasan deregulasi sektor mineral dan batu bara (minerba) menyusul banyaknya aturan baru yang dinilai membebani investasi dan operasional industri tambang nasional.
Dalam konteks ini, proyeksi sektor pertambangan sepanjang 2026 perlu dibaca secara bertahap sekaligus mempertimbangkan risiko kejadian ekstrem yang semakin sering muncul dalam dinamika ekonomi global.
Kesimpulan, IHSG anjlok dan saham ANTM serta BUMI melemah karena tekanan saham sektor industri dasar dan transportasi, serta kontraksi sektor pertambangan. Strategi ke depan harus menyeimbangkan antara penerimaan negara dan keberlanjutan investasi.
