Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 08 Mei 2026 | PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 1,61 triliun pada tahun buku 2025, dengan pertumbuhan sebesar 24,8 persen secara tahunan. Total aset konsolidasi Bank Jatim mencapai Rp 168,85 triliun, naik 42,93 persen dibanding tahun sebelumnya.
Sementara itu, laba bersih Bank Jatim tercatat sebesar Rp 1,546 triliun atau tumbuh 20,65 persen, menjadi laba tertinggi di antara seluruh Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia. Bank Jatim juga mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp 661 miliar pada kuartal I 2026, dengan pertumbuhan sebesar 90,41 persen dibanding periode sama tahun lalu.
Pertumbuhan laba didorong kenaikan pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp 2,35 triliun atau naik 39,61 persen secara tahunan. Di sisi intermediasi, total penyaluran kredit konsolidasi mencapai Rp 109,22 triliun atau tumbuh 40,85 persen. Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) meningkat 37,59 persen menjadi Rp 122,80 triliun.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi capaian BPD Jatim yang membukukan laba bersih Rp661 miliar, melonjak 90,41 persen dibanding tahun lalu. Ia menilai Bank Jatim telah mampu menunjukkan fungsi intermediasi dengan baik sekaligus mampu menjaga keseimbangan antara ekspansi dan kualitas.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 Bank Jatim di Surabaya, direksi menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 850,17 miliar. Nilai dividen tersebut setara Rp 56,62 per lembar saham atau sekitar 55 persen dari laba bersih tahun buku 2025.
Bank Jatim berupaya untuk menjadi BUMD yang terbaik, profesional, dan mampu menjadi salah satu motor penggerak ekonomi terutama di wilayah regional Jawa Timur. Hal ini dilakukan baik melalui aspek operasional bisnis sehari-hari maupun melalui pendistribusian atas perolehan laba Perseroan dalam bentuk dividen.
Sementara itu, PT Bank Jago Tbk (ARTO) mencatatkan laba bersih sebesar Rp86 miliar atau tumbuh 42 persen pada kuartal pertama 2026. Pertumbuhan kinerja didukung oleh peningkatan penyaluran kredit menjadi Rp25,2 triliun serta jumlah nasabah mencapai 19,4 juta orang.
Keberhasilan perusahaan di Jakarta dicapai melalui strategi menjaga likuiditas, kualitas portofolio kredit, dan keseimbangan antara pertumbuhan serta profitabilitas. Bank Jago disiplin menjalankan tiga arahan dalam proses bisnisnya, yaitu menjaga likuiditas bank tetap kuat, menjaga kualitas portofolio kredit, dan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan profitabilitas.
Kesimpulan, Bank Jatim membukukan laba bersih yang cukup tinggi dan melakukan pembagian dividen yang besar kepada pemegang saham. Sementara itu, Bank Jago juga mencatatkan pertumbuhan laba yang tinggi dan menjalankan strategi bisnis yang efektif untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan profitabilitas.
