Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 07 Mei 2026 | Musim Liga 1 2025/2026 semakin memanas ketika klub-klub besar bersaing ketat untuk merebut gelar juara. Pertandingan terakhir antara Persija Jakarta dan Arema FC yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi sorotan utama, tidak hanya karena rivalitas klasik, tetapi juga karena implikasi langsung pada klasemen akhir.
Persija, yang berada di urutan kedua klasemen dengan 55 poin, memanfaatkan keunggulan kandang dan menambah tiga poin penting dengan kemenangan 2-1 atas Arema. Gol pembuka datang dari Jeroel Angkasa pada menit ke-23 setelah serangan balik cepat, sementara gol penyeimbang Arema dicetak oleh Irfan Jaya pada menit ke-57. Namun, aksi penentu datang pada menit ke-78 ketika Marcus Tiyono mengeksekusi tendangan bebas yang mematikan, memastikan tiga poin bagi tuan rumah.
Sementara itu, di ujung lain tabel, Persebaya Surabaya berjuang keras mempertahankan posisi ketiga. Mereka berhasil menambah dua poin dari hasil imbang 1-1 melawan PSM Makassar, berkat gol tunggal dari Evan Dimas pada menit ke-33. Hasil tersebut membuat jarak antara Persebaya dan Persija menjadi hanya dua poin, menambah tekanan pada laga penutup pekan depan.
Berikut ini adalah posisi sementara lima tim teratas Liga 1 setelah putaran ke-28:
| Posisi | Klub | Poin | Main | Menang | Seri | Kalah |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | PSM Makassar | 57 | 28 | 17 | 6 | 5 |
| 2 | Persija Jakarta | 55 | 28 | 16 | 7 | 5 |
| 3 | Persebaya Surabaya | 53 | 28 | 15 | 8 | 5 |
| 4 | Arema FC | 51 | 28 | 14 | 9 | 5 |
| 5 | PSIS Semarang | 49 | 28 | 13 | 10 | 5 |
Data di atas menunjukkan betapa tipis selisih poin antara tiga tim teratas, yang membuat setiap laga di pekan mendatang menjadi krusial. Analisis taktik melahirkan beberapa poin penting. Persija, dipimpin oleh pelatih Stefano Cugurra, terus mengandalkan formasi 4-2-3-1 yang menekankan kecepatan sayap kanan melalui winger Andri Ibo. Sementara itu, Arema mengubah taktik menjadi 3-4-3 pada menit-menit akhir pertandingan melawan Persija, namun tidak cukup untuk mengatasi tekanan serangan balik.
Pemain kunci yang patut diwaspadai meliputi:
- Jeroel Angkasa (Persija) – penyerang muda yang mencetak 12 gol musim ini dan menjadi ancaman utama di area penalti.
- Evan Dimas (Persebaya) – playmaker dengan rata-rata 2,1 assist per laga, mengendalikan tempo permainan.
- Irsyad Maulana (PSM) – gelandang bertahan yang mengumpulkan 8 tekel penting serta membantu tim memimpin klasemen.
Selain persaingan klub, PSSI juga menyiapkan agenda penting menjelang akhir musim. Pertandingan terakhir sebelum jeda internasional dijadwalkan pada 12 Mei 2026, di mana PSM Makassar akan menghadapi Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Pertandingan ini diprediksi menjadi penentu siapa yang akan menyalip Persija di puncak klasemen.
Para penggemar tak hanya menantikan hasil akhir, melainkan juga kualitas pertandingan yang semakin profesional. Penyelenggaraan VAR (Video Assistant Referee) yang kini telah terintegrasi penuh di semua stadion Liga 1 meningkatkan akurasi keputusan wasit, mengurangi kontroversi yang pernah menghiasi musim lalu.
Secara keseluruhan, dinamika Liga 1 musim ini mencerminkan peningkatan kompetitifitas dan komitmen terhadap standar internasional. Dengan hanya tiga putaran tersisa, setiap poin sangat berharga, dan drama di lapangan dipastikan akan berlanjut hingga laga penutup yang diprediksi akan menjadi penentu tunggal juara.
Para penggemar di seluruh Indonesia terus menantikan aksi-aksi menegangkan yang akan menentukan sejarah baru Liga 1. Pertarungan sengit antara klub-klub papan atas, pemain-pemain berbakat, serta dukungan infrastruktur modern menjanjikan akhir musim yang spektakuler.
