Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 06 Mei 2026 | Manchester City kembali menjadi sorotan setelah sebuah insiden di laga melawan Everton pada 4 Mei 2026. Bek tengah asal Inggris, Marc Guehi, melakukan backpass yang berujung pada gol balasan Thierno Barry pada menit ke-68, memicu kritik tajam dari media dan penggemar serta menambah tekanan pada perjuangan klub meraih gelar Premier League.
Keputusan Guehi untuk mengoper bola kembali ke dalam kotak penalti sendiri dinilai kurang tepat oleh mantan legenda Arsenal, Thierry Henry, yang menilai bahwa pemain depan Everton sudah berada pada posisi offside. Henry menegaskan, “Saya tidak mengerti mengapa Guehi membuat umpan itu karena Anda tahu dia offside. Ini sangat merugikan pertahanan yang biasanya sangat disiplin.” Kritik serupa datang dari rekan setim City, Rayan Cherki, yang menulis di Instagram, “You are STRONG” disertai dua emoji api, serta Nathan Ake dan Gianluigi Donnarumma yang masing-masing menanggapi dengan emoji hati.
Setelah gol tersebut, Everton tidak berhenti. Barry kembali mencetak gol pada menit ke-79, menambah keunggulan menjadi 2-1. Jake O’Brien kemudian menambah satu gol lagi, membuat skor 3-1. City berusaha bangkit dan berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Erling Haaland dan penyamaan dramatis oleh Jeremy Doku pada menit ke-97. Namun, dua poin yang hilang tersebut membuat jarak antara City dan Arsenal melebar menjadi lima poin, menempatkan City pada posisi yang lebih rentan dalam tiga pertandingan tersisa.
Pep Guardiola, pelatih City, mengakui bahwa nasib gelar kini berada di luar kendali timnya. “Sebelum pertandingan itu kami masih punya peluang, tapi sekarang tidak lagi. Kami masih punya empat pertandingan, termasuk melawan Brentford, dan kami akan melihat apa yang terjadi,” ujar Guardiola dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Di luar sorotan pertandingan, Guehi juga menunjukkan rasa hormatnya kepada rekan satu tim yang telah membantunya dalam karier. Dalam sebuah wawancara eksklusif, ia menilai bahwa veteran Manchester City, John Stones, adalah salah satu dari tiga rekan setim terbaik yang pernah ia miliki. Guehi memuji kepemimpinan Stones di lini belakang serta kemampuan komunikasinya yang membantu memperbaiki konsistensi pertahanan tim.
Sementara itu, isu lain muncul terkait dugaan pelecehan rasial yang dialami pemain Inggris lainnya, Ethan Ampadu, dan Marc Guehi dalam pertandingan yang sama. Klub Everton menolak tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa tidak ada bukti yang cukup untuk mendukung klaim tersebut. Pihak berwenang masih meninjau laporan tersebut.
Guehi sendiri tak tinggal diam. Ia mengunggah pernyataan di Instagram yang menegaskan tekadnya untuk meningkatkan performa. “Saya harus melakukan lebih baik,” tulis Guehi, menambahkan terima kasih kepada pendukungnya dan menyebut nama Tuhan dalam doa. Ia juga menegaskan fokus tim pada laga berikutnya melawan Brentford.
Reaksi publik beragam. Sebagian mengkritik keputusan taktis Guehi, sementara sebagian lainnya menilai bahwa satu kesalahan tidak mencerminkan kualitas pemain secara keseluruhan. Analisis taktik menunjukkan bahwa tekanan Everton pada menit-menit akhir memaksa City bermain lebih defensif, yang pada gilirannya membuka celah bagi serangan balik lawan.
Dalam konteks klasemen, kehilangan dua poin ini berarti City kini harus menunggu Arsenal mengalaminya dalam tiga laga terakhir. Jika Arsenal gagal mengamankan tiga kemenangan, peluang City untuk merebut gelar masih terbuka, meskipun dengan risiko tinggi.
Ke depan, Marc Guehi diharapkan dapat memperbaiki keputusan di lini pertahanan dan menjaga konsistensi yang dibutuhkan dalam pertandingan-pertandingan krusial. Dukungan rekan setim dan pelatih menjadi faktor penting dalam proses pemulihan mental pemain. Dengan semangat baru dan pembelajaran dari kesalahan, City tetap bertekad melanjutkan perburuan gelar Premier League.
