Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 05 Mei 2026 | Pekan ke-35 Premier League 2025/2026 menyuguhkan drama yang tak terduga ketika The Blues menjamu tamu dari Derby County, Nottingham Forest, di kandang mereka, Stamford Bridge. Pertandingan yang dimulai pada Senin, 4 Mei 2026 pukul 21.00 WIB berakhir dengan skor 1-3 untuk pihak tamu, menambah deretan kekalahan beruntun Chelsea menjadi enam kali berturut-turut. Kemenangan ini tidak hanya memberikan tiga poin bagi Forest, tetapi juga menggerakkan posisi klasemen secara signifikan, menjerumuskan Chelsea ke zona non‑Eropa.
Penampilan Taiwo Awoniyi menjadi sorotan utama. Penyerang asal Nigeria mencetak dua gol, masing-masing pada menit ke-27 dan ke-58, menandai kebobolan pertama dan kedua bagi Chelsea. Gol ketiga datang dari Igor Jesus lewat tendangan penalti pada menit ke-73 setelah pelanggaran di area penalti. Satu-satunya gol balasan Chelsea dicetak oleh Joao Pedro pada menit ke-80, namun tidak cukup untuk mengubah hasil akhir.
Kekalahan ini menambah tekanan pada tim interim Calum McFarlane. Sebelumnya, Chelsea berada di posisi sembilan klasemen sementara dengan perolehan 48 poin dari 35 pertandingan. Jarak dengan tim peringkat lima, Aston Villa, sudah mencapai 10 poin (58 poin), menjadikan harapan lolos zona Liga Champions hampir mustahil secara matematis dalam tiga pertandingan tersisa.
Berikut merupakan gambaran singkat klasemen sementara setelah hasil tersebut:
| Posisi | Tim | Poin |
|---|---|---|
| 1 | Aston Villa | 58 |
| 2 | Manchester City | 57 |
| 3 | Arsenal | 55 |
| 4 | Liverpool | 53 |
| 5 | Tottenham Hotspur | 51 |
| 6 | Newcastle United | 49 |
| 7 | Manchester United | 48 |
| 8 | Brentford | 47 |
| 9 | Chelsea | 48 |
Statistik menunjukkan bahwa Chelsea kini berada di zona yang jauh dari zona Eropa. Selain poin yang tertinggal, selisih gol juga menjadi faktor penentu. Dalam enam pertandingan terakhir, The Blues mencatat tiga kekalahan, dua kali seri, dan satu kemenangan di luar liga, mencerminkan penurunan performa yang signifikan terutama di lini serang.
Analisis taktik menunjukkan bahwa Chelsea belum berhasil menyesuaikan diri dengan skema interim yang lebih defensif. Kekurangan kreativitas di lini tengah, terutama setelah cedera Enzo Fernández, membuat tim kesulitan menciptakan peluang. Di sisi lain, Nottingham Forest menampilkan permainan yang lebih terorganisir, memanfaatkan pressing tinggi dan transisi cepat untuk mengeksploitasi ruang di belakang bek Blues.
Para pengamat menilai bahwa jika Chelsea ingin memulihkan diri, perubahan segera diperlukan, baik dalam hal manajemen, taktik, maupun rotasi pemain. Namun, dengan jadwal yang padat dan hanya tiga laga tersisa, peluang untuk menutup kesenjangan poin menjadi sangat tipis.
Selain dampak pada klasemen, hasil ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai masa depan beberapa pemain inti Chelsea, seperti Cole Palmer dan Raheem Sterling, yang performanya menurun drastis sejak awal musim. Sementara itu, prestasi Taiwo Awoniyi menambah nilai jualnya di pasar transfer, menjadikannya target potensial bagi klub-klub besar Eropa.
Secara keseluruhan, “Chelsea vs Nottingham Forest” menjadi pertandingan yang menandai titik balik musim bagi The Blues. Dengan posisi sembilan, jarak poin yang lebar, dan performa tim yang menurun, harapan untuk kembali ke zona Liga Champions tampak sangat kecil. Musim berakhir, dan fokus klub kini beralih pada evaluasi menyeluruh serta persiapan untuk musim depan.
