Iran Ancaman Tutup Selat Hormuz: Laut Merah Dihujani Blokir, AS Dihimbau Hentikan Blokade

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 19 April 2026 | Iran kembali menegaskan penutupan Selat Hormuz pada Sabtu (18/4/2026) setelah Amerika Serikat memperpanjang blokade pelabuhan-pelabuhan Iran. Keputusan ini diumumkan oleh Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang menyatakan bahwa selat strategis ini akan tetap terkendali sampai AS mencabut semua pembatasan maritim terhadap kapal Iran.

Penutupan Selat Hormuz, yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia, memiliki implikasi langsung bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Sebelumnya, Iran sempat membuka kembali selat tersebut secara terbatas setelah kesepakatan gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon. Namun, kurang dari 24 jam setelah pembukaan, IRGC kembali menutup akses dengan alasan utama blokade AS yang dianggap sebagai tindakan pembajakan dan pencurian maritim.

Baca juga:

Ketegangan ini tidak hanya berpusat pada Selat Hormuz. Dalam pernyataan terpisah yang disiarkan oleh kantor berita Mahasiswa Iran, pejabat IRGC menambahkan bahwa Laut Merah juga akan ditutup bagi kapal-kapal yang beroperasi tanpa izin Iran. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penutupan laut ini akan berlangsung hingga AS menghentikan semua operasi blokade yang menargetkan pelabuhan-pelabuhan utama di Iran.

Berbagai sumber melaporkan bahwa delapan kapal tanker minyak dan gas yang sempat melintasi Selat Hormuz berbalik arah setelah mendengar sinyal penutupan. Kapal berlayar dari India dan beberapa negara lain kini menghadapi risiko penahanan atau denda jika melanjutkan pelayaran tanpa persetujuan resmi dari otoritas Iran.

Reaksi internasional beragam. Negara-negara Barat, termasuk Inggris dan Prancis, mengutuk tindakan Iran sebagai ancaman terhadap stabilitas energi global. Sementara itu, Rusia dan beberapa negara non‑Barat menyatakan dukungan moral kepada Tehran, menilai blokade AS sebagai pelanggaran hukum internasional.

  • Dampak ekonomi: Harga minyak mentah naik lebih dari 5 persen dalam 24 jam setelah penutupan, menimbulkan kekhawatiran inflasi di pasar energi.
  • Keamanan regional: Penutupan Selat Hormuz meningkatkan tekanan pada pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, memicu kemungkinan eskalasi militer.
  • Logistik maritim: Pengiriman barang dan bahan baku melalui jalur alternatif seperti Teluk Aden dan Laut Arab menambah biaya transportasi secara signifikan.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, menegaskan bahwa Iran tidak akan mengkompromikan kepentingan nasionalnya. Ia menambahkan bahwa Iran siap memberikan izin khusus bagi kapal komersial yang tidak melanggar kebijakan keamanan, namun semua kapal harus melapor dan membayar biaya keamanan serta perlindungan lingkungan.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) juga mengumumkan bahwa penutupan Selat Hormuz akan terus berlanjut hingga konflik antara Iran dan koalisi AS‑Israel berakhir secara definitif. SNSC menolak semua upaya mediasi yang tidak memenuhi syarat kedaulatan Iran, termasuk tawaran mediasi dari Pakistan yang dianggap masih dalam tahap kajian.

Para analis geopolitik menilai bahwa langkah Iran ini merupakan strategi tekanan untuk memaksa AS kembali ke meja perundingan. Dengan mengendalikan dua jalur laut penting – Selat Hormuz dan Laut Merah – Tehran berupaya menimbulkan biaya politik dan ekonomi yang tinggi bagi Washington.

Namun, para ahli hukum internasional mengingatkan bahwa penutupan jalur laut internasional tanpa persetujuan PBB dapat melanggar Konvensi Hukum Laut (UNCLOS). Jika tekanan internasional meningkat, Iran berpotensi menghadapi sanksi tambahan atau tindakan militer untuk membuka kembali jalur perdagangan penting.

Di tengah ketidakpastian, pasar energi global terus memantau perkembangan. Investor minyak memperkirakan bahwa penutupan Selat Hormuz dapat memperpanjang periode volatilitas harga hingga akhir tahun, tergantung pada respons diplomatik Amerika Serikat dan kemampuan Iran untuk mempertahankan kontrol maritimnya.

Secara keseluruhan, keputusan Iran menutup Selat Hormuz dan mengancam penutupan Laut Merah menandai eskalasi baru dalam perseteruan geopolitik antara Tehran dan Washington. Dampaknya tidak hanya terasa pada harga minyak, tetapi juga pada stabilitas keamanan maritim di kawasan Timur Tengah dan arus perdagangan global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *