Danantara Siap Sediakan Pendanaan Perdana LP PFII

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 24 Juli 2026 | Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah ditetapkan sebagai salah satu sumber pendanaan perdana bagi Lembaga Pengelola Pendanaan Fasilitas Investasi Indonesia (LP PFII). Hal ini diatur dalam Undang-Undang tentang PFII, khususnya dalam Pasal 24 ayat (1) yang menyebutkan bahwa modal awal LP PFII bersumber dari Danantara, badan usaha, barang milik negara atau daerah yang dipindahtangankan melalui hibah, dan sumber lain yang sah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam Pasal 24 ayat (2), disebutkan bahwa dana yang berasal dari Danantara merupakan investasi khusus. Ini berarti bahwa Danantara akan memainkan peran penting dalam pendanaan awal LP PFII. Selain itu, modal awal LP PFII juga dapat diperoleh dari badan usaha, hibah barang milik negara maupun barang milik daerah, serta sumber pendanaan lain yang sah.

Baca juga:

Setelah menerima modal awal, Dewan PFII memiliki waktu paling lama 30 hari kalender untuk menyusun rencana kerja dan anggaran penggunaan dana tersebut. Dokumen ini kemudian wajib disampaikan kepada Presiden guna memperoleh persetujuan. Dalam Undang-Undang tersebut, juga diatur bahwa investasi khusus Danantara pada tahap awal berbentuk dana tunai yang telah memperhitungkan kebutuhan operasional LP PFII.

Danantara juga tengah memperkuat kinerja bisnis InJourney Airports melalui transformasi. PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports pada Semester I/2026 berhasil membukukan pendapatan usaha Rp 10,23 triliun, meningkat 3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendorong utama peningkatan pendapatan InJourney Airports berasal dari keberhasilan pengelolaan bisnis non-aeronautika, termasuk beautifikasi di bandara-bandara utama dan penguatan konsep tenant mixing di area komersial bandara.

Selain itu, Danantara juga mengambil alih 4 manajer investasi BUMN, yaitu PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI), PT BRI Manajemen Investasi (BRI MI), PT BNI Asset Management (BNI AM), dan PT PNM Investment Management (PNM IM). Pengambilalihan empat entitas ini dilakukan Danantara melalui entitas anaknya, PT Danantara Asset Management (DAM). DAM resmi menandatangani share purchase agreement (SPA) atau perjanjian pembelian saham atas saham keempat perusahaan manajer investasi tersebut pada Rabu (22/7) kemarin.

Aksi korporasi tersebut menandai beralihnya pengendalian empat manajer investasi BUMN kepada DAM. Setelah proses merger rampung pada Agustus 2026, entitas hasil konsolidasi diproyeksikan menjadi perusahaan manajemen aset terbesar di Indonesia dalam ekosistem Danareksa yang berada di bawah DAM. Langkah ini juga menjadi bagian dari program penyederhanaan (streamlining) yang dijalankan Danantara terhadap perusahaan-perusahaan pelat merah di sektor jasa keuangan.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan bahwa aksi tersebut bukan sekadar transaksi pembelian saham, melainkan upaya membangun pemain nasional yang lebih kuat di industri manajemen investasi. Menurut Dony, Danantara akan menyatukan kekuatan empat perusahaan tersebut melalui strategi dan tata kelola yang lebih terintegrasi agar mampu meningkatkan daya saing sekaligus memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Danantara memastikan seluruh kekuatan itu akan diarahkan melalui strategi dan tata kelola yang semakin baik agar mampu tumbuh lebih kuat, lebih kompetitif, dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia. Dengan demikian, Danantara bakal memainkan peran penting dalam pendanaan awal LP PFII dan memperkuat kinerja bisnis InJourney Airports melalui transformasi, serta membangun raksasa manajer investasi setelah mengambil alih 4 MI BUMN.

Kesimpulan, Danantara siap menyediakan sumber pendanaan perdana LP PFII dan memperkuat kinerja bisnis InJourney Airports melalui transformasi. Danantara juga mengambil alih 4 manajer investasi BUMN dan berencana membangun raksasa manajer investasi setelah mengambil alih 4 MI BUMN. Dengan langkah-langkah ini, Danantara memperkuat posisinya sebagai pemain utama di sektor jasa keuangan dan investasi di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *