Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 08 Juni 2026 | Perusahaan teknologi raksasa, Intel, baru saja mendapatkan kontrak besar dari Google untuk memproduksi lebih dari tiga juta unit Tensor Processing (TPU) pada tahun 2028. Berita ini merupakanendorsement besar bagi upaya Intel untuk membangun kembali bisnis manufaktur chip-nya. TPU yang dikembangkan oleh Google merupakan akselerator AI khusus yang digunakan secara luas di infrastruktur cloud dan layanan AI perusahaan.
Intel telah agresif mempursukan pelanggan eksternal untuk bisnis foundry-nya, bertransformasi dari perusahaan yang sebagian besar memproduksi chip-nya sendiri menjadi kontraktor manufaktur yang dapat melayani industri semikonduktor yang lebih luas. Dengan kontrak ini, Intel dapat memvalidasi teknologi prosesnya di antara calon pelanggan lainnya.
Sementara itu, Nvidia sedang mengevaluasi teknologi manufaktur Intel untuk desain prosesor di masa depan yang dapat menggabungkan empat chip grafis menjadi satu paket. Meskipun Nvidia belum menempatkan pesanan, evaluasi ini menunjukkan bahwa kemampuan manufaktur Intel semakin menarik perhatian dari pemain terbesar di industri AI.
Intel juga baru-baru ini mendapatkan komitmen dari Tesla untuk menggunakan proses manufaktur 14A yang akan datang untuk chip yang akan mendukung proyek Terafab di Austin, Texas. Fasilitas ini dirancang sebagai kompleks chip AI besar yang akan mendukung ambisi kecerdasan buatan Tesla yang terus tumbuh.
Di sisi lain, saham Broadcom yang mengecewakan dan laporan pekerjaan AS yang lebih kuat dari yang diperkirakan telah memicu penurunan harga saham di pasar teknologi, terutama di sektor semikonduktor. Ini menimbulkan kekhawatiran tentang valuasi perusahaan-perusahaan yang terkait dengan AI dan dampak dari kenaikan suku bunga AS terhadap perusahaan-perusahaan tersebut.
Saham teknologi Asia, termasuk TSMC dan Samsung Electronics, jatuh setelah selloff global yang menghapus sekitar $1,3 triliun dari nilai pasar perusahaan semikonduktor. Ini menunjukkan bahwa pasar saham Asia sangat bergantung pada beberapa perusahaan semikonduktor besar.
NVIDIA dan TSMC juga mengumumkan kerja sama untuk membawa AI dan komputasi percepatan langsung ke dalam manufaktur semikonduktor, dengan target produksi chip yang lebih cepat, peningkatan yield, dan operasi fab yang lebih efisien. Kerja sama ini mencakup berbagai alur kerja semikonduktor, dari litografi komputasi dan simulasi transistor hingga inspeksi cacat dan penjadwalan pabrik.
Kesimpulan dari berbagai berita ini menunjukkan bahwa industri semikonduktor sedang mengalami perubahan besar dengan peran AI yang semakin penting. Intel, dengan kontrak besar dari Google, telah meningkatkan posisinya di pasar, sementara TSMC dan Nvidia terus berinovasi untuk meningkatkan efisiensi dan kemampuan produksi chip mereka.
