China Gagalkan Akuisisi Meta atas Startup AI Agentic Senilai Rp34 Triliun, Dampak Besar pada Industri AI Global

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 29 April 2026 | Pemerintah China melalui Badan Pengatur Pembangunan Ekonomi Nasional (NDRC) resmi memblokir Akuisisi Meta atas startup AI bernama Manus, yang bernilai sekitar US$2 miliar atau setara Rp34 triliun. Keputusan ini dikeluarkan pada Selasa, 28 April 2026, dan memerintahkan kedua belah pihak untuk membatalkan seluruh transaksi. Langkah tersebut menandai salah satu aksi regulasi paling signifikan dalam sektor teknologi tinggi tahun ini.

Meta Platforms Inc., induk Facebook dan Instagram, sebelumnya mengumumkan rencana integrasi teknologi agen AI otonom milik Manus ke dalam ekosistem Meta AI. Rencana tersebut diharapkan memperkuat posisi Meta dalam persaingan global melawan OpenAI dan Google, terutama setelah Meta menggelontorkan dana besar untuk pembelian chip AI dari Amazon dan melakukan restrukturisasi internal yang mencakup pemangkasan sekitar 8.000 posisi kerja.

Baca juga:

Sementara itu, Manus, yang didirikan pada 2022 di Beijing dengan nama awal Butterfly Effect, telah menjadi sorotan karena kemampuan agen AI-nya yang dapat merencanakan serta mengeksekusi tugas secara mandiri. Dalam delapan bulan pertama peluncuran, perusahaan mencatatkan pendapatan tahunan berulang (ARR) sekitar US$100 juta (Rp1,72 triliun) dan berhasil mengamankan pendanaan Rp1,29 triliun dari Benchmark pada Mei 2025.

Berikut rangkaian peristiwa penting yang memicu keputusan NDRC:

  • Januari 2026: Kementerian Perdagangan China memulai penyelidikan awal terkait rencana investasi asing pada Manus.
  • Maret 2026: Tekanan regulasi meningkat, menimbulkan panggilan ke eksekutif Manus, termasuk CEO Xiao Hong dan Chief Scientist Ji Yichao, ke Beijing.
  • April 2026: NDRC mengeluarkan pernyataan resmi melarang investasi asing dalam proyek Manus dan memerintahkan pembatalan Akuisisi Meta.

Meski Manus telah memindahkan kantor pusatnya ke Singapura pada pertengahan 2025, NDRC tetap mengklaim yurisdiksi atas aset teknologi yang berada di bawah kepemilikan China. Lebih dari 100 karyawan Manus dilaporkan telah pindah ke kantor Meta di Singapura pada Maret 2026 untuk memulai proses integrasi operasional, namun perintah pembatalan menghambat langkah tersebut.

Dalam struktur internal Meta, Xiao Hong direncanakan melapor langsung kepada Chief Operating Officer Javier Olivan. Namun, intervensi regulator China memaksa Meta meninjau kembali penempatan eksekutif serta kepemilikan teknologi yang semula dijanjikan akan menjadi bagian penting dari roadmap AI perusahaan.

Juru bicara Meta menegaskan bahwa transaksi tersebut sepenuhnya mematuhi hukum yang berlaku dan perusahaan akan menunggu resolusi yang tepat atas penyelidikan ini. Di sisi lain, Senator Amerika Serikat John Cornyn sebelumnya mengkritik aliran dana AS ke perusahaan dengan akar China, menambah dimensi politik internasional pada kasus ini.

Implikasi dari blokade ini sangat luas. Bagi Meta, kegagalan Akuisisi Meta berarti kehilangan peluang strategis untuk mempercepat pengembangan agen AI otonom, yang menjadi fokus utama dalam upaya menutup kesenjangan dengan kompetitor. Bagi China, keputusan ini mencerminkan kebijakan ketat dalam melindungi teknologi kritis dari pengaruh asing, sejalan dengan tren regulasi yang lebih ketat sejak 2025.

Analisis industri memperkirakan bahwa hambatan regulasi semacam ini dapat memperlambat kolaborasi lintas batas dalam bidang AI, namun juga mendorong perusahaan domestik untuk memperkuat inovasi internal. Sementara pasar menunggu langkah selanjutnya, para pengamat menilai bahwa Meta kemungkinan akan mencari alternatif teknologi AI lain, atau memperkuat investasi di bidang chip dan infrastruktur cloud.

Secara keseluruhan, keputusan NDRC menegaskan kembali posisi China sebagai penjaga ketat atas teknologi strategis, sementara Meta harus menyesuaikan strategi AI-nya di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *