Dua Pabrik LPG Baru Siap Operasi Akhir April 2026 Tambah Kapasitas Nasional 200 Ton per Hari

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 10 April 2026 | Pemerintah Indonesia mempercepat peluncuran dua fasilitas produksi LPG baru yang dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir April 2026. Kedua pabrik tersebut diperkirakan menambah total produksi nasional sekitar 200 metrik ton per hari, mengurangi tekanan pada pasokan tabung 3 kg yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga.

Pabrik pertama, LPG Plant Cilamaya, dikelola oleh PT Energi Nusantara Perkasa, telah menyelesaikan lebih dari sembilan puluh persen dari pembangunan. Menurut Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, Djoko Siswanto, progres mencapai 92,9 %. Tahapan akhir meliputi instalasi area proses, jaringan pipa, dan fasilitas terminal. Kapasitas produksi plant ini dirancang mencapai 163 metrik ton LPG per hari, setara dengan kira‑kira 1.891 barel minyak per hari.

Baca juga:

Pabrik kedua, LPG Plant Tuban, milik PT Sumber Aneka Gas, berada pada fase commissioning. Kapasitasnya lebih kecil, yakni 30 metrik ton per hari atau sekitar 348 barel minyak per hari, namun tetap memberikan kontribusi signifikan pada total target nasional. Kedua fasilitas dijadwalkan diresmikan dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI pada 8 April 2026, dengan harapan resmi beroperasi pada bulan yang sama.

Rincian kapasitas produksi kedua pabrik dapat dilihat pada daftar berikut:

  • LPG Plant Cilamaya – 163 MT/hari (≈1.891 barel minyak per hari)
  • LPG Plant Tuban – 30 MT/hari (≈348 barel minyak per hari)
  • Total kapasitas – sekitar 200 MT/hari

Peningkatan kapasitas ini diharapkan menjawab lonjakan permintaan domestik, terutama pada segmen tabung LPG 3 kg. Pada hari yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam, menegaskan kebijakan pengalihan pasokan LPG dari sektor industri ke masyarakat. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga kestabilan stok dan menghindari fluktuasi harga yang dapat memberatkan konsumen.

Dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Rizwi menambahkan bahwa Direktorat Jenderal Migas telah menginstruksikan kilang LPG swasta untuk memprioritaskan penawaran produksi mereka kepada Pertamina Patra Niaga. Selanjutnya, Pertamina Patra Niaga akan menyalurkan LPG tersebut ke jaringan agen penjualan tabung rumah tangga, memastikan ketersediaan yang merata di seluruh wilayah Indonesia.

Sementara dua pabrik baru akan segera beroperasi, SKK Migas juga menyiapkan proyek lanjutan yang lebih besar, yaitu LPG Plant Jambi Merang dengan target produksi 320 metrik ton per hari. Proyek ini diperkirakan akan mulai mengalir pada kuartal kedua 2027 setelah melewati proses tender dan evaluasi akuisisi kilang eksisting. Secara keseluruhan, percepatan operasional pabrik Cilamaya dan Tuban serta kebijakan alokasi ulang pasokan LPG diharapkan memperkuat keamanan energi domestik, menjamin ketersediaan tabung 3 kg bagi masyarakat, dan mendukung stabilitas harga bahan bakar minyak serta LPG di tengah dinamika pasar global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *