Bernadya Uji Galaxy S26 Ultra: Layar Privasi, Video Malam Tajam, Desain Tipis Bikin Mobilitas Lebih Mudah

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 02 Mei 2026 | Jakarta, 2 Mei 2026 – Influencer teknologi Bernadya menghabiskan satu hari penuh menguji smartphone terbaru Samsung, Galaxy S26 Ultra, di berbagai lokasi publik. Dari kafe yang ramai hingga jalanan malam kota, ia menilai tiga fitur utama yang dijanjikan Samsung: layar privasi, kemampuan merekam video malam yang lebih percaya diri, serta desain tipis yang mengoptimalkan mobilitas.

Pengujian dimulai di sebuah coworking space yang dipenuhi laptop dan gadget. Bernadya menyalakan mode layar privasi yang baru, sebuah lapisan software berbasis AI yang menyesuaikan tingkat kecerahan dan kontras agar hanya orang yang berada tepat di depan layar yang dapat melihat konten dengan jelas. “Saya merasa lebih aman saat membuka email atau aplikasi perbankan di tempat umum. Layar secara otomatis menggelapkan sisi yang tidak langsung menghadap mata saya,” ujar Bernadya.

Baca juga:

Selanjutnya, ia menguji kamera utama 200 MP dengan mode malam yang dioptimalkan oleh Neural Processing Unit (NPU) generasi terbaru. Dengan bantuan algoritma AI yang menggabungkan multi-frame stacking dan pemrosesan warna secara real‑time, video 4K yang direkam dalam kondisi pencahayaan minim menampilkan detail yang tajam dan noise yang minimal. “Sebelumnya saya harus menyalakan lampu senter tambahan, kini hanya dengan satu gerakan saya sudah dapat menghasilkan footage yang layak dipublikasikan di media sosial,” katanya.

Desain tipis menjadi sorotan berikutnya. Galaxy S26 Ultra menampilkan bodi alumunium‑magnesium dengan ketebalan hanya 7,8 mm, menjadikannya salah satu smartphone teringan dalam kelas flagship. Bernadya memuji keseimbangan antara keanggunan visual dan kenyamanan genggaman, terutama saat berjalan jauh dengan tas punggung. “Ketebalan ini memungkinkan saya menyimpan ponsel di saku jaket tanpa merasa terbebani,” tambahnya.

Berikut rangkuman fitur AI yang diusung Samsung pada seri S26:

  • AI‑Driven Adaptive Display: menyesuaikan warna, kecerahan, dan privasi layar berdasarkan lingkungan sekitar.
  • Smart Capture Night Mode: mengintegrasikan sensor cahaya dengan NPU untuk mengurangi noise dan meningkatkan detail dalam video malam.
  • Voice Assist Pro: asisten suara yang belajar pola perintah pengguna untuk eksekusi lebih cepat.
  • Battery Optimizer AI: memperpanjang umur baterai dengan memprediksi penggunaan aplikasi dan menyesuaikan alokasi daya.

Selama pengujian, Bernadya juga menilai performa chipset Exynos 2600 (untuk pasar Indonesia) yang dipasangkan dengan RAM LPDDR5X 12 GB. Multitasking berjalan mulus, termasuk streaming video 8K sambil membuka beberapa aplikasi produktivitas. Penggunaan AI pada sistem operasi One UI 6.0 juga terasa lebih responsif, dengan prediksi aplikasi berikutnya yang muncul secara otomatis di layar utama.

Namun, tidak semua aspek mendapatkan pujian. Bernadya mencatat bahwa harga Galaxy S26 Ultra masih berada pada kisaran premium, yakni sekitar Rp 23 jutaan, yang bisa menjadi pertimbangan bagi konsumen dengan anggaran terbatas. Selain itu, meskipun layar privasi bekerja baik di siang hari, pada cahaya sangat terang masih ada sedikit kebocoran cahaya yang dapat dilihat oleh orang di samping.

Secara keseluruhan, uji coba Bernadya menunjukkan bahwa Samsung berhasil menggabungkan teknologi AI canggih dengan desain ergonomis yang mendukung mobilitas modern. Layar privasi memberikan rasa aman di ruang publik, mode malam meningkatkan kepercayaan diri pembuat konten, dan bodi tipis menjadikan ponsel ini mudah dibawa ke mana saja.

Dengan demikian, Galaxy S26 Ultra bukan sekadar peningkatan kamera atau kecepatan prosesor, melainkan paket lengkap yang menargetkan kebutuhan pengguna yang mengutamakan privasi, kualitas visual, dan kenyamanan penggunaan sehari‑hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *