Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 02 Mei 2026 | Bank Mandiri (BMRI) resmi mengumumkan dividen final sebesar Rp376,96 per saham untuk pemegang saham pada rapat umum pemegang saham tahunan yang berlangsung pada Mei 2026. Keputusan ini menandai total pembayaran dividen sebesar Rp44,47 triliun, setara dengan 79 persen dari laba bersih tahun buku 2025. Kebijakan pembagian dividen tersebut mencerminkan komitmen bank dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham di tengah kondisi pasar yang dinamis.
Selain kebijakan dividen, Bank Mandiri sekaligus meluncurkan layanan QR Antar Negara di aplikasi Livin’ by Mandiri ke Tiongkok, memperluas jaringan pembayaran lintas negara yang sebelumnya telah mencakup Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, dan Korea Selatan. Direktur Jaringan dan Retail Banking, Jan Winston Tambunan, menyatakan ekspansi ini sebagai respons atas peningkatan kebutuhan transaksi global nasabah, khususnya di pasar pembayaran digital terbesar dunia.
Layanan QR Antar Negara memungkinkan nasabah melakukan pembayaran di jutaan merchant di Tiongkok yang menerima QR berlogo UnionPay atau Alipay tanpa perlu menukar uang tunai. Selain itu, nasabah dapat membuka rekening multicurrency yuan (CNY) yang terhubung dengan Mandiri Debit, memungkinkan penarikan tunai di ATM berlogo Visa di Tiongkok tanpa konversi kurs.
Data transaksi menunjukkan pertumbuhan signifikan. Nilai transaksi QR Antar Negara naik 137 persen secara tahunan menjadi Rp54 miliar hingga Maret 2026, sementara nilai transaksi keseluruhan di aplikasi Livin’ by Mandiri mencapai Rp1.200 triliun dengan lebih dari 39,1 juta pengguna. Pengguna QRIS Bank Mandiri tercatat mencapai 9,9 juta, naik 41 persen YoY, dengan nilai transaksi meningkat 76 persen YoY menjadi Rp64 triliun.
Dari sisi keuangan, laporan kuartal I/2026 mencatat laba bersih Bank Mandiri sebesar Rp16,21 triliun, meningkat 11,6 persen YoY. Namun, pertumbuhan kredit mengalami kontraksi sebesar 5,9 persen, turun menjadi Rp1,568 triliun. Net interest income (NII) mengalami penurunan 1,8 persen menjadi Rp25,04 triliun, sementara beban bunga turun 12,7 persen menjadi Rp12,32 triliun. Likuiditas menunjukkan tekanan dengan dana pihak ketiga (DPK) turun 1,1 persen menjadi Rp1,730 triliun dan CASA menurun 4,3 persen menjadi Rp1,214 triliun.
Para analis menilai bahwa meski laba tetap solid, tekanan margin dan kontraksi kredit mengindikasikan tantangan pada fungsi intermediasi. Namun, ekspansi layanan digital seperti QR Antar Negara dan peningkatan transaksi lintas negara diharapkan dapat menambah sumber pendapatan non-bunga dan memperkuat posisi bank di era digital.
Berikut ringkasan utama terkait dividen dan kinerja keuangan Bank Mandiri:
| Item | Nilai |
|---|---|
| Dividen Final per Saham | Rp376,96 |
| Total Dividen | Rp44,47 Triliun |
| Laba Bersih Q1 2026 | Rp16,21 Triliun |
| Nilai Transaksi QR Antar Negara (Maret 2026) | Rp54 Miliar |
Ke depan, Bank Mandiri berencana memperluas layanan QR Antar Negara ke destinasi strategis lain serta meningkatkan penetrasi layanan keuangan digital. Kombinasi antara kebijakan pembagian dividen yang menarik dan inovasi layanan pembayaran lintas negara diharapkan dapat memperkuat kepercayaan investor serta memperluas basis nasabah di pasar domestik dan internasional.
Dengan fokus pada efisiensi biaya dana, optimalisasi CASA, dan diversifikasi pendapatan berbasis fee, Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan laba yang berkelanjutan meskipun menghadapi tantangan makroekonomi dan persaingan di sektor perbankan.
