Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 11 April 2026 | Dalam laga penutup babak pertama Liga MX Clausura 2026 yang digelar di Estadio Caliente, Xolos Tijuana berhasil mengalahkan Bravos de Juárez dengan skor 2-1. Kemenangan ini menempatkan Xolos pada posisi kedelapan klasemen dengan 18 poin, sementara Juárez tetap berada di posisi ke-10 dengan 16 poin, dua angka di belakang sang juara zona klasemen. Pertandingan yang berlangsung sengit ini menjadi sorotan utama karena menandai kembalinya gelandang muda berbakat, Gilberto Mora, yang sebelumnya absen lama karena cedera pubalgia.
Babak pertama dimulai dengan tempo tinggi. Juárez harus bermain dengan satu pemain kurang sejak menit ketiga setelah Monchu Rodríguez menerima kartu merah karena tindakan keras. Kekurangan pemain ini sempat memberi keuntungan pada Xolos, yang menekan pertahanan Juárez dengan serangan balik cepat. Pada menit ke-27, Kevin Castañeda membuka keunggulan Xolos setelah menerima umpan dari Mourad El Guezouani. Gol tersebut dicetak dengan tendangan kiri yang menembus sudut kanan gawang Juárez, menjadikan skor 0-1.
Setelah istirahat, Xolos kembali menegaskan dominasi mereka. Pada menit ke-52, Ramiro Árciga menambah keunggulan tim tamu dengan memanfaatkan rebound dari penjaga gawang Juárez. Bola memantul dari tiang gawang sebelum Árciga mengarahkan bola ke jaring, sehingga skor menjadi 0-2. Juárez berusaha bangkit dan menciptakan beberapa peluang, namun pertahanan Xolos yang dipimpin oleh pelatih Portugal, Pedro Caixinha, tetap kokoh. Pada menit ke-65, Guilherme Castillo, yang bermain untuk Juárez, hampir mengurangi ketertinggalan setelah menembak keras ke sudut gawang, tetapi tendangan tersebut meleset.
Kembalinya Gilberto Mora menjadi momen penting dalam laga ini. Setelah pulih dari cedera, Mora kembali mengisi lini tengah Juárez pada menit ke-62. Penampilannya menunjukkan kebugaran yang baik, menguasai bola di tengah lapangan, dan berusaha mengatur serangan tim. Meski demikian, keberadaan dua kartu merah pada Juárez (Monchu Rodríguez dan Jesús Murillo pada menit ke-97) membuat tim kesulitan mengembalikan keseimbangan permainan. Pada menit ke-88, Guilherme Castillo mengeksekusi penalti untuk Juárez, memotong selisih menjadi 0-1. Namun, upaya terakhir Juárez tidak membuahkan gol tambahan.
Secara taktik, Caixinha menempatkan Xolos dalam formasi 4-4-2 yang menekankan pada transisi cepat dan pertahanan rapat. Sementara itu, Juárez yang dipimpin oleh pelatih lokal mencoba menyesuaikan diri dengan formasi 4-2-3-1, namun kekurangan pemain akibat dua pengusiran mengganggu pola serangan mereka. Statistik pertandingan menunjukkan kepemilikan bola hampir seimbang, tetapi Xolos mencatat tembakan tepat sasaran lebih banyak, yakni 7 tembakan dengan 4 di antaranya tepat sasaran, dibandingkan Juárez yang hanya mencatat 3 tembakan tepat sasaran.
Dengan hasil ini, Xolos melaju ke posisi kedelapan dan menutup celah poin dengan tim-tim yang berada di zona klasemen atas. Sementara Juárez harus bekerja keras pada sisa pertandingan untuk memperkecil jarak poin dan mengamankan tempat di zona klasemen menengah. Kembalinya Gilberto Mora memberi harapan bagi skuad Juárez dan tim nasional Meksiko, mengingat potensinya sebagai pemain kunci dalam persiapan Piala Dunia. Pertandingan selanjutnya bagi Juárez akan menjadi ujian besar dalam upaya mengembalikan performa mereka, sedangkan Xolos akan berusaha mempertahankan momentum positif menjelang putaran berikutnya.
