Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 17 April 2026 | Babak perempat final UEFA Conference League 2025/2026 berakhir dramatis pada Jumat dini hari WIB, 17 April 2026, setelah dua leg menegangkan menentukan empat tim yang melaju ke semifinal. Di satu sisi, ACF Fiorentina harus menelan pil pahit, memperpanjang kutukan mereka yang tak kunjung meraih trofi dalam empat musim terakhir kompetisi kasta ketiga Eropa. Di sisi lain, RC Strasbourg mencetak sejarah dengan melaju ke semifinal untuk pertama kalinya, sementara Crystal Palace menegaskan keunggulan mereka meski kalah di leg kedua.
Leg pertama antara Fiorentina dan Crystal Palace berlangsung di Selhurst Park, London, di mana The Eagles mencatat kemenangan telak 3-0 berkat gol-gol brilian yang dipimpin oleh Ismaïla Sarr. Kemenangan tersebut memberikan keunggulan agregat yang cukup besar, namun tidak membuat tim asuhan Paolo Vanoli lengah. Pada leg kedua di Stadion Artemio Franchi, Florence, Crystal Palace kembali unggul lebih dulu lewat gol Sarr pada menit ke-17. Namun Fiorentina bangkit cepat melalui penalti Albert Gudmundsson (30′) dan gol balasan Cher Ndour (53′), meski usaha itu tidak cukup untuk mengatasi defisit 0-3 dari leg pertama. Agregat akhir 2-4 menegaskan eliminasinya, menambah deretan kegagalan klub Fiorentina di ajang Conference League.
Keberangkatan Fiorentina memperkuat narasi “kutukan” yang telah lama menghantui tim La Viola. Selama empat musim terakhir, mereka selalu hadir di kompetisi ini namun tak pernah menembus fase semifinal. Kekalahan agregat melawan Crystal Palace menandai kegagalan terbaru, setelah sebelumnya mereka gagal melampaui fase grup pada musim 2022/2023 dan 2023/2024.
Sementara itu, RC Strasbourg menuliskan babak baru dalam sejarah klub. Pada leg pertama melawan Mainz 05 di Stadion amara, klub Jerman, Strasbourg kalah 0-2. Namun di leg kedua yang digelar di Stade de la Meinau, Strasbourg membalikkan keadaan dengan kemenangan luar biasa 4-0. Empat gol pencetaknya – Sebastian Nanasi (26′), Abdoul Ouattara (35′), Julio Enciso (59′), dan Emmanuel Emegha (74′) – memastikan agregat 4-2 dan meloloskan mereka ke semifinal. Keberhasilan ini menjadi tonggak pertama bagi Strasbourg menembus babak semifinal kompetisi antarklub Eropa.
Selain dua tim tersebut, dua tiket semifinal lainnya diduduki oleh Shakhtar Donetsk dan Rayo Vallecano. Shakhtar memastikan kelolosannya setelah menahan imbang AZ Alkmaar 2-2 di Kiev, mengamankan keunggulan agregat 5-2. Sementara Rayo Vallecano melenggang ke semifinal dengan agregat tipis 4-3 atas AEK Athena setelah pertandingan ketiga yang menegangkan di Madrid.
Keempat tim yang berhasil menembus semifinal – Crystal Palace, Strasbourg, Shakhtar Donetsk, dan Rayo Vallecano – kini bersaing untuk meraih gelar pertama di ajang Conference League. Bagi Crystal Palace, perjalanan ini menjadi pencapaian bersejarah pertama mereka menembus semifinal kompetisi Eropa, sementara Strasbourg menambah catatan prestasi dengan debut semifinal yang menandai kebangkitan klub Prancis tersebut di panggung internasional.
Di sisi lain, fenomena “saudara tiri” Chelsea yang disebut dalam judul menyoroti pencapaian klub saudara Chelsea, yaitu Chelsea Women, yang baru-baru ini mencetak sejarah dengan meraih gelar Liga Champions Wanita. Meskipun tidak berkompetisi di Conference League, keberhasilan mereka menambah kebanggaan klub induk dan mencerminkan kebangkitan sepak bola Inggris di level internasional.
Dengan semifinal yang akan digelar dalam beberapa minggu mendatang, para penggemar sepak bola menantikan konfrontasi yang penuh taktik dan keberanian. Bagi Fiorentina, musim ini menjadi pelajaran pahit yang harus dijadikan motivasi untuk memperbaiki performa di kompetisi domestik dan internasional. Bagi Strasbourg, momentum kemenangan ini dapat menjadi pondasi untuk menembus final dan mungkin mencetak kejutan lebih besar.
Secara keseluruhan, perempat final UEFA Conference League 2025/2026 menunjukkan betapa kompetitifnya turnamen kasta ketiga Eropa, dengan kejutan tak terduga dan drama yang mengikat hati penonton di seluruh benua. Pertandingan-pertandingan tersebut tidak hanya menegaskan kualitas tim-tim menengah Eropa, tetapi juga memperlihatkan bagaimana sejarah dapat ditulis ulang dalam hitungan menit.
