Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 20 Juni 2026 | Pertandingan antara Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026 berakhir dengan skor 0-0. Meskipun Spanyol mendominasi pertandingan, mereka tidak mampu menembus pertahanan Tanjung Verde.
Pertandingan ini dimulai dengan Spanyol yang langsung menguasai jalannya permainan. Mereka memiliki penguasaan bola yang mencapai hampir 80 persen, namun strategi pertahanan rapat yang diterapkan Tanjung Verde membuat Spanyol kesulitan menciptakan ruang di area berbahaya.
Peluang pertama Spanyol hadir pada menit ke-13 melalui umpan silang Pedri yang hampir disambut pemain depan mereka, namun bola masih dapat disapu bek Tanjung Verde, Pico Lopes. Spanyol kembali mengancam pada menit ke-30 lewat tendangan voli Marc Cucurella, tetapi bola masih melambung di atas mistar gawang.
Tanjung Verde yang lebih banyak bertahan sesekali mencoba melancarkan serangan balik. Salah satu peluang datang pada menit ke-37 ketika Dailon Livramento mencoba melepaskan tembakan jarak jauh setelah memanfaatkan kesalahan Rodri, namun bola masih jauh dari sasaran.
Menjelang akhir babak pertama, Spanyol meningkatkan tekanan. Ferran Torres nyaris membuka keunggulan pada menit ke-41, namun tembakannya dari jarak dekat hanya membentur mistar gawang. Bola pantul kemudian disambut sundulan Mikel Oyarzabal, namun mampu digagalkan dengan penyelamatan gemilang Vozinha.
Penjaga gawang Tanjung Verde itu kembali menjadi penyelamat timnya menjelang turun minum. Vozinha menggagalkan peluang Torres dan Aymeric Laporte dalam dua kesempatan beruntun sehingga skor 0-0 bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, Spanyol tetap mendominasi permainan dan terus mencari celah untuk mencetak gol. Sundulan Fabian Ruiz pada menit ke-58 masih belum cukup kuat untuk menaklukkan Vozinha.
Luis de la Fuente kemudian memasukkan bintang muda, Lamine Yamal pada menit ke-71 untuk menambah daya gedor serangan. Yamal langsung memberikan dampak dengan menciptakan sejumlah peluang, termasuk membuka ruang bagi Mikel Merino yang tembakannya masih dapat diamankan Vozinha.
Cucurella juga mendapatkan kesempatan emas melalui sundulan jarak dekat, namun kiper berusia 42 tahun tersebut kembali menunjukkan refleks luar biasa untuk menjaga gawangnya tetap steril.
Spanyol terus menekan hingga menit akhir. Peluang terbaik datang pada menit ke-89 saat Dani Olmo memberikan umpan kepada Oyarzabal. Namun, tembakan sang penyerang berhasil diblok secara heroik oleh Pico Lopes tepat di depan gawang.
Hasil ini membuat persaingan di Grup H Piala Dunia 2026 masih terbuka. Spanyol harus segera memperbaiki efektivitas lini serang mereka, sementara Tanjung Verde mendapatkan suntikan kepercayaan diri setelah mampu menahan salah satu kandidat juara dunia.
Kesimpulan dari pertandingan ini adalah bahwa Spanyol masih memiliki pekerjaan rumah untuk memperbaiki serangan mereka, sementara Tanjung Verde telah menunjukkan kemampuan mereka untuk bertahan melawan lawan-lawan kuat.
