Rachmat Irianto Ungkap Kekecewaan Usai Persebaya Tunduk 0-3 dari Persija di GBK

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 13 April 2026 | Sabtu, 11 April 2026, Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) menjadi saksi duel sengit pekan ke-27 Liga Super 2025/2026 antara Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya. Macan Kemayoran menorehkan kemenangan telak 3-0 atas Green Force, memperlemah moral tim tamu yang dipimpin oleh gelandang berpengalaman Rachmat Irianto, yang lebih dikenal dengan sebutan Rian.

Gol pertama Persija datang pada menit ke-16 melalui tendangan penalti yang dieksekusi Allano Lima. Selanjutnya, Eksel Runtukahu menambah keunggulan tuan rumah dengan dua gol (brace) pada menit ke-54 dan 76. Persebaya tak mampu menghalau serangan berbahaya tersebut, meski menumpuk sepuluh percobaan tembakan sepanjang laga. Sayangnya, tidak satu pun dari sepuluh peluang tersebut berhasil mengarah tepat ke gawang, menandakan kurangnya ketajaman lini depan tim Jawa Timur.

Baca juga:

Setelah peluit akhir, Rachmat Irianto mengaku kecewa atas penampilan timnya. “Kami bermain tidak bagus hari ini, banyak melakukan kesalahan di area sendiri dan di depan,” ujar Rian dengan nada serius. Pernyataan ini mencerminkan keprihatinan bersama pemain dan staf pelatih, yang harus menghadapi tekanan kuat Persija sejak menit pertama.

Statistik pertandingan menegaskan dominasi Persija. Dari total 12 tembakan, enam di antaranya tepat sasaran, menghasilkan tiga gol. Penguasaan bola mencapai 67 persen, sementara Persebaya hanya menguasai 33 persen. Tekanan tinggi Persija membuat lini belakang Green Force goyah, memaksa mereka melakukan beberapa kesalahan fatal yang dimanfaatkan oleh penyerang tamu.

Meski demikian, Persebaya sempat menampilkan dua peluang emas pada penghujung babak kedua lewat Risto Mitrevski dan Bruno Paraiba. Kedua tendangan tersebut hanya menabrak mistar gawang, menambah kekecewaan atas kesempatan yang terlewat.

Kekalahan ini menimbulkan alarm bagi pelatih Bernardo Tavares. Evaluasi menyeluruh menjadi agenda utama untuk memperbaiki mental, konsistensi, serta kualitas permainan tim dalam sisa tujuh laga musim ini. Tavares diharapkan meninjau taktik pressing, penataan lini belakang, dan penyelesaian akhir agar Green Force tidak kembali mengalami kekalahan serupa.

Selain aspek taktis, Rachmat Irianto menekankan pentingnya perbaikan mental. “Ini bukan hasil yang kami inginkan. Kami harus segera bangkit, memperbaiki kesalahan, dan menunjukkan reaksi yang tepat di laga berikutnya,” tegasnya. Kata-kata ini menggambarkan tekad kolektif untuk bangkit, terutama menjelang pertandingan kandang melawan Madura United pada Jumat, 17 April 2026.

Berbagai analis sepak bola menilai bahwa Persebaya masih belum menemukan ritme terbaiknya. Tekanan persaingan di Liga Super menuntut tim untuk meningkatkan efisiensi serangan serta menurunkan angka kesalahan defensif. Jika tidak, posisi mereka di klasemen berisiko turun lebih jauh.

Secara keseluruhan, pertandingan di GBK menjadi contoh nyata ketidakseimbangan antara dua tim. Persija menampilkan permainan klinis, memanfaatkan setiap peluang dengan efektif, sementara Persebaya terjebak dalam fase defensif yang lemah dan serangan yang kurang tajam. Rachmat Irianto, sebagai sosok veteran, diharapkan menjadi katalisator perubahan, menginspirasi rekan-rekannya untuk kembali ke jalur kemenangan.

Kedepannya, fokus utama Persebaya akan terletak pada perbaikan aspek teknis dan mental. Jika evaluasi ini dijalankan dengan disiplin, Green Force masih memiliki peluang untuk memperbaiki posisi klasemen dan menutup musim dengan prestasi yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *