Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 20 April 2026 | PSS Sleman berhasil menorehkan kemenangan penting pada pekan ke-25 Pegadaian Championship 2025/2026 setelah mengalahkan Persiku Kudus dengan skor 2-1 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Senin (20 April 2026). Pertandingan yang berlangsung dihadapan ribuan suporter Laskar Sembada ini menandai kembalinya Super Elja ke puncak klasemen sementara dengan total 52 poin, unggul dua angka dari Persipura Jayapura di posisi kedua.
Sejak peluit pertama, PSS Sleman menunjukkan pola permainan agresif. Ansyari Lubis, sang pelatih, menyiapkan timnya dengan formasi yang menekankan tekanan tinggi dan pergerakan cepat di lini tengah. Pada menit ke-7, Terens Puhiri mencoba membuka peluang lewat tembakan jarak jauh, namun bola meleset ke sisi kiri gawang lawan. Selang beberapa menit kemudian, pada menit ke-16, Gustavo Tocantins menembus kotak penalti namun tendangannya juga meleset tipis.
Kebuntuan terpecahkan pada menit ke-40 ketika Frederic Injai memanfaatkan kemelut di dalam kotak penalti Persiku. Umpan singkat dari Riko Simanjuntak menemukan Injai yang kemudian menanduk bola dengan sundulan tajam, menghasilkan gol pertama bagi tuan rumah. Gol ini mengukuhkan keunggulan PSS Sleman 1-0 menjelang jeda babak pertama.
Babak kedua dimulai dengan intensitas yang meningkat dari kedua pihak. Persiku Kudus, meski tanpa top skor Igor Henrique karena akumulasi kartu, tetap menampilkan serangan balik cepat. Pada menit ke-48, striker asal Brasil Caique Sousa berhasil mengeksekusi tendangan bebas yang tepat sasaran, mengalahkan kiper Ega Rizky dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Tidak lama setelah itu, pada menit ke-54, PSS Sleman kembali memimpin lewat gol kedua yang dicetak oleh Gustavo Tocantins. Gol tersebut lahir dari umpan bebas Riko Simanjuntak; Tocantins menanduk bola ke sudut jauh gawang, menambah keunggulan menjadi 2-1. Upaya selanjutnya dari Tocantins pada menit ke-58 hampir menambah selisih, namun gol tersebut dianulir setelah VAR menilai ada pelanggaran pada bek Persiku, Jamerson, sebelum tendangan dilakukan.
Selama sisa waktu pertandingan, kedua tim saling menyerang, namun tidak ada lagi gol yang tercipta. Pertandingan berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan PSS Sleman. Kemenangan ini tidak hanya menambah tiga poin penting, tetapi juga mengangkat posisi PSS Sleman kembali ke puncak klasemen Grup B, sementara Persiku Kudus tetap berada di peringkat ketujuh dan aman dari zona degradasi serta playoff.
Pelatih Ansyari Lubis menilai kemenangan ini sebagai bukti kesiapan mental dan taktik tim menjelang tiga laga tersisa musim. Ia menekankan pentingnya konsistensi poin dalam fase akhir kompetisi untuk memastikan promosi langsung ke Liga 1. “Kami harus tetap fokus, kerja keras, dan memanfaatkan dukungan suporter di rumah. Pertandingan melawan Persiku memang menantang, namun kami berhasil mengendalikan tempo dan mengeksekusi peluang dengan baik,” ujar Lubis dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Pemain kunci lain yang menonjol adalah Riko Simanjuntak, yang memberikan dua umpan bebas berbahaya, serta Terens Puhiri yang terus mengancam pertahanan lawan meski belum mencetak gol. Di sisi Persiku, selain Caique Sousa yang berhasil mencetak gol, pertahanan mereka tetap solid meski pada akhirnya tak cukup untuk menahan serangan berulang PSS Sleman.
Dengan poin 52, PSS Sleman berada di posisi yang menguntungkan untuk mengamankan tiket promosi ke Liga 1. Dua poin selisih dengan Persipura menambah tekanan pada rival terdekat. Sementara itu, Persiku Kudus harus berusaha memperbaiki posisi mereka di peringkat tengah klasemen dengan fokus pada pertandingan-pertandingan berikutnya.
Kemenangan ini juga menegaskan kembali dominasi PSS Sleman di kandang, terutama di Stadion Maguwoharjo yang menjadi ‘benteng’ kuat bagi tim asuhan Ansyari Lubis. Jika performa ini dapat dipertahankan, peluang PSS Sleman untuk melaju ke Liga 1 pada akhir musim semakin besar.
Secara keseluruhan, laga ini menyajikan aksi menegangkan, gol-gol penting, serta keputusan VAR yang memengaruhi hasil akhir. PSS Sleman kini menatap tiga pertandingan terakhir dengan optimisme tinggi, sementara Persiku Kudus harus menata kembali strategi untuk menghindari penurunan posisi.
