Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 26 April 2026 | Madura United FC memasuki pekan ke-29 BRI Super League dengan harapan memperpanjang rangkaian dua kemenangan beruntun yang didapat dari mengalahkan Persebaya Surabaya dan Persik Kediri. Tim asuhan caretaker Rakhmad Basuki menyiapkan diri untuk menatap Dewa United Banten FC di kandang sendiri, Stadion Gelora Bangkalan, pada Sabtu sore (25/4/2026). Kedua tim berada di zona degradasi, sehingga pertandingan ini memiliki nilai hidup‑mati bagi masing‑masing klub.
Pra‑pertandingan, Rakhmad Basuki menegaskan persiapan tim berjalan “bagus dan lancar” serta berharap tren positif yang sedang diraih dapat berlanjut. Ia menambahkan, tiga poin tambahan sangat krusial untuk menggeser posisi Madura United dari zona merah ke zona aman. Di sisi lain, pelatih Dewa United Jan Olde Riekerink menyoroti bahaya yang dihadapi Madura United. Riekerink menilai lawan yang tengah berjuang keluar zona degradasi biasanya menampilkan motivasi ekstra, sehingga laga ini tidak akan mudah.
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Madura United menekan sejak menit pertama, memanfaatkan kecepatan sayap kanan Iran Goncalves Junior. Pada menit ketujuh, Junior menembus lini pertahanan Dewa United dan memberikan umpan terobosan kepada Junior Brandão. Penyerang asal Brasil itu mengeksekusi dengan tenang, menempatkan bola ke sudut kiri gawang Sonny Stevens, sehingga Laskar Sape Kerrab memimpin 1‑0.
Keunggulan itu hanya bertahan singkat. Dewa United menyesuaikan taktik pada babak pertama, menambah tekanan lewat gelandang kreatif Alexis Messidoro. Pada menit ke‑49, Ricky Kambuaya menerima umpan dari Messidoro dan menaklukkan kiper Diky Indrayana dengan tembakan keras ke sudut kanan gawang. Skor menjadi imbang 1‑1. Tidak puas, Kambuaya kembali menunjukkan kelasnya tiga menit kemudian. Dari serangan balik, Johnathan mengirimkan umpan silang yang diterima Kambuaya di kotak penalti, ia menambah satu gol lagi dan memimpin Dewa United 2‑1.
Usaha Madura United untuk menyamakan kedudukan di menit akhir tidak membuahkan hasil. Pertahanan Dewa United tetap solid, sementara gol tambahan Brandão di babak kedua tidak terjadi karena cedera otot pada menit ke‑25 memaksa ia digantikan. Rakhmad Basuki mengakui kekecewaan, namun tetap memuji semangat juang pemainnya yang “tidak mau menyerah sampai peluit akhir”.
Berikut susunan pemain kedua tim pada laga tersebut:
| Madura United (4‑2‑3‑1) | |
|---|---|
| GK | Diky Indrayana |
| DF | Giovani Numberi, Ahmad Rusadi, Pedro Monteiro, Roger Bonet |
| MF | Kerim Palic, Jordy Wehrmann |
| FW | Fransiskus Alesandro, Nimo Olepue, Iran Goncalves Junior, Luiz Marcelo, Junior Brandão |
| Dewa United (4‑2‑3‑1) | |
|---|---|
| GK | Sonny Stevens |
| DF | Johnathan, Damion Lowe, Nick Kuipers, Alta Ballah |
| MF | Ivar Jenner, Jaja |
| FW | Noah Sadaoui, Alexis Messidoro, Ricky Kambuaya, Rafael Struick |
Kemenangan ini menempatkan Dewa United pada posisi ketujuh klasemen sementara dengan 44 poin dari 29 pertandingan, sedangkan Madura United tetap berada di posisi ke‑16 dengan 26 poin, hanya terpaut satu poin dari Persis Solo. Kekalahan tersebut menghentikan tren positif Laskar Sape Kerrab, menambah tekanan menjelang laga krusial melawan Semen Padang pada pekan ke‑30.
Rakhmad Basuki mengungkapkan rencana taktik untuk pertandingan berikutnya: mengoptimalkan serangan sayap kiri dan mengurangi beban pada striker yang baru saja cedera. Sementara itu, Jan Olde Riekerink menegaskan Dewa United akan tetap fokus pada stabilitas poin, mengingat persaingan di papan bawah semakin ketat.
Secara keseluruhan, laga ini menegaskan bahwa dalam BRI Super League, setiap poin sangat berharga, terutama bagi tim yang berada di zona degradasi. Dewa United menunjukkan kemampuan comeback yang mengesankan lewat Ricky Kambuaya, sementara Madura United harus mengevaluasi kelemahan defensif untuk menghindari penurunan lebih jauh.
