Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 28 April 2026 | Pratama Arhan kembali menjadi sorotan utama Persija Jakarta pada fase akhir BRI Super League 2025/2026. Pemain berusia 22 tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan di posisi bek kiri, menambah kedalaman lini pertahanan Tim Merah Putih sekaligus membuka peluang bagi timnas Indonesia di level internasional.
Sejak bergabung dengan Persija pada musim lalu, Arhan telah menegaskan dirinya sebagai salah satu opsi utama pelatih Mauricio Souza. Penampilannya yang konsisten, kemampuan menutup ruang, serta kontribusi serangan lewat umpan silang membuatnya menjadi alternatif yang layak bagi pemain senior seperti Dony Tri Pamungkas, Justin Hubner, dan Edo Febriansyah. Pada laga pekan ke-20 melawan Arema FC, Arhan berhasil melakukan tiga tekel krusial dan dua umpan silang yang menghasilkan peluang gol bagi rekan satu timnya.
Kinerja impresif tersebut tidak lepas dari disiplin latihan di Stadion Gelora Bung Karno. Dalam sesi latihan terakhir menjelang pertandingan melawan Madura United, Arhan bersama Dony Tri dan Rio Fahmi memperlihatkan kerja sama defensif yang solid, mengurangi peluang lawan hingga hanya 0,8 gol per pertandingan selama tiga laga terakhir.
Selain kontribusi di level klub, Arhan juga masuk dalam daftar pemain potensial untuk panggilan timnas Indonesia menjelang Piala AFF 2026. Pelatih John Herdman mencatat bahwa kedalaman bek kiri Indonesia semakin terjamin berkat keberadaan pemain muda yang sudah memiliki pengalaman kompetisi domestik. “Pratama memiliki kecepatan, taktik yang baik, dan mentalitas juara. Dia siap bersaing di level internasional,” ujar Herdman dalam konferensi pers pada 26 April 2026.
Berita mengenai ketertarikan klub luar negeri pada pemain Indonesia kembali mencuat setelah Dony Tri Pamungkas mengonfirmasi adanya desas-desus tentang Legia Warszawa. Meski Arhan belum disebut secara spesifik, pengamat sepak bola menilai bahwa performa konsisten di liga domestik dapat membuka pintu bagi klub Eropa tengah dan tim liga Asia. Dalam sebuah wawancara singkat, Arhan menyatakan keinginannya untuk menguji diri di kompetisi asing, namun menekankan pentingnya fokus pada musim ini.
- Kekuatan utama: kecepatan, kemampuan membaca permainan, serta akurasi umpan silang.
- Area yang perlu ditingkatkan: ketahanan fisik dalam duel satu lawan satu melawan striker berukuran besar.
- Statistik BRI Super League 2025/2026 (hingga pekan 20): 22 penampilan, 0 gol, 3 assist, 12 tekel sukses, rata-rata 1,5 intersepsi per laga.
Persija Jakarta kini berada di posisi empat klasemen, selisih tiga poin dari zona lolos ke fase knockout. Kehadiran Arhan di lini belakang memberi pelatih fleksibilitas taktis, memungkinkan pergantian formasi dari 4‑3‑3 ke 3‑5‑2 tanpa mengorbankan kestabilan defensif.
Di luar lapangan, Arhan aktif dalam program sosial Persija yang menitikberatkan pada pendidikan anak-anak di daerah kurang mampu. Kegiatan tersebut meningkatkan citra positif pemain muda sekaligus menumbuhkan dukungan fanbase yang luas.
Menatap ke depan, langkah selanjutnya bagi Pratama Arhan meliputi penyerahan tugas kepada timnas pada fase persiapan Piala Asia 2026, serta kemungkinan kunjungan agen internasional yang tertarik pada profil pemain Asia Tenggara. Jika kesempatan itu terwujud, Arhan berpotensi menjadi salah satu representasi Indonesia pertama yang menembus liga Eropa tengah, mengikuti jejak Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman.
Dengan konsistensi performa, dukungan manajerial, dan ambisi pribadi yang tinggi, Pratama Arhan berada di jalur yang tepat untuk menjadi bintang baru sepak bola Indonesia, baik di level domestik maupun internasional.
