Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 08 April 2026 | Moussa Diaby, penyerang asal Prancis yang bermain untuk Al Ittihad Jeddah, kembali menjadi sorotan setelah Komite Disiplin dan Etika liga Saudi menjatuhkan hukuman dua pertandingan serta denda sebesar 30.000 Riyal. Hukuman itu diberikan karena aksi tegas Diaby yang menerima kartu merah langsung setelah menyerang lawan pada kemenangan 1-0 atas Al-Hazm pada putaran ke-27 Saudi Roshen League. Akibat skorsing, Diaby tidak akan tampil dalam dua laga berikutnya, termasuk pertandingan kandang Al Ittihad melawan Neom SC yang dijadwalkan pada hari Rabu di Stadion Prince Abdullah Al-Faisal Sports City, Jeddah.
Insiden ini bukan pertama kalinya Diaby menimbulkan masalah disiplin di liga ini. Pada putaran ke-9 musim ini, ia juga menerima kartu merah lurus dalam laga melawan Al-Riyadh, yang sebelumnya membuatnya absen dalam dua pertandingan, termasuk babak perempat final King Fahd Cup melawan Al-Shabab. Secara keseluruhan, Diaby telah mengumpulkan tiga kartu merah dalam kariernya, semuanya terjadi selama dua musim bersama Al Ittihad, menandakan pola agresif yang mengganggu performa tim.
Sementara itu, di luar lapangan, nama Diaby kembali muncul dalam pembicaraan transfer. Inter Milan, klub Serie A Italia, mengungkapkan minat kuat untuk merekrut pemain sayap berusia 26 tahun ini. Pada Januari lalu, Inter sempat mengajukan tawaran sebesar €30 juta dengan skema pembayaran bertahap, namun Al Ittihad menuntut pembayaran sekaligus sehingga negosiasi gagal. Menjelang jendela transfer musim panas, klub Nerazzurri kembali menilai peluang tersebut, mengingat kontrak Diaby bersama Al Ittihad masih berlaku hingga 2029.
Para pengamat menilai bahwa nilai pasar Diaby bisa turun mengingat situasi kontrak yang panjang dan keinginan pemain serta agen untuk mencari tantangan baru. Jika Al Ittihad bersedia menerima pembayaran lump sum yang lebih rendah, Inter mungkin akan mengamankan pemain ini sebagai opsi pengganti bagi Luis Henrique atau bahkan sebagai pengganti potensial bagi Dumfries, yang keduanya berada di daftar transfer klub Italia tersebut. Diaby sendiri dikabarkan terbuka untuk kembali ke Eropa, khususnya Serie A, yang pernah ia singgahi pada musim 2018 bersama Crotone.
Keputusan Al Ittihad dalam menanggapi tawaran Inter akan memengaruhi dinamika kompetisi domestik dan AFC Champions League. Dengan Diaby absen dalam dua laga Roshen League berikutnya, tim asuhan Pelatih (nama pelatih tidak disebutkan) harus menyesuaikan taktik mereka, terutama pada sisi lebar lapangan yang selama ini menjadi keunggulan serangan cepat. Sementara itu, tekanan untuk tetap bersaing di kompetisi Asia dapat memaksa manajemen mempertimbangkan penjualan pemain utama demi mendapatkan dana tambahan.
Di samping isu disiplin dan transfer, Al Ittihad juga sedang mempersiapkan laga melawan Neom SC yang ditunda dari putaran ke-29. Pertandingan ini menjadi ujian bagi skuad tanpa Diaby, sekaligus peluang bagi pemain pengganti untuk menunjukkan kualitas mereka. Jika Al Ittihad mampu mempertahankan performa tanpa andalan sayapnya, tekanan untuk menjual Diaby mungkin berkurang.
Kesimpulannya, Moussa Diaby kini berada di persimpangan penting kariernya: skorsing dua pertandingan menambah beban bagi Al Ittihad di tengah kompetisi ketat, sementara ketertarikan Inter Milan membuka kemungkinan transfer yang dapat mengubah masa depan pemain dan klub. Bagaimana keputusan akhir akan memengaruhi jalannya kompetisi domestik Saudi serta dinamika transfer internasional masih menjadi pertanyaan yang menunggu jawaban.
