Monaco Terpuruk: Enam Kekalahan Tandang Memaksa Tim Berjuang di Puncak Liga 1

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 13 April 2026 | AS Monaco kembali menelan derita di laga tandang pada pekan ke-29 Ligue 1 2025/2026 setelah kehilangan poin penting melawan Paris FC dengan skor 4-1. Kekalahan ini menandai catatan kelima belas kekalahan dalam satu musim, namun yang paling menonjol adalah menjadi yang keenam kalinya Monaco tak mampu menambah poin ketika bermain di luar kandang. Hasil tersebut menurunkan posisi Les Rouge et Blanc ke peringkat enam dengan total 49 poin, mengancam posisi mereka di zona Champions League jika rival terdekat, Olympique Lyon, berhasil memperkecil jarak.

Berawal dari pekan ke-2, Monaco langsung mengalami kegagalan di medan lawan saat dijatuhkan 1-0 oleh LOSC Lille di Decathlon Arena. Gol tunggal Olivier Giroud menjadi pemicu kekalahan tipis yang sekaligus membuka serangkaian catatan buruk bagi tim yang dipimpin oleh pelatih Olivier Pantaloni. Meskipun statistik penguasaan bola mencapai 50 persen dan dua peluang tercipta, ketidakhadiran gol penyerang utama membuat tim Prancis ini gagal meraih poin.

Baca juga:

Selanjutnya, pada pekan ke-6, FC Lorient yang baru promosi menimbulkan kejutan besar dengan mengalahkan Monaco 3-0. Penampilan buruk Les Rouge et Blanc terlihat jelas, dimana pertahanan mereka kebobolan tiga kali dan serangan tidak mampu menembus lini belakang Lorient. Ansu Fati menjadi satu-satunya pemain Monaco yang berhasil mencetak gol, namun tidak cukup untuk mengubah hasil akhir.

Pekan ke-13 menyaksikan Monaco kembali terpuruk di Stade Rennais, menelan kekalahan telak 4-2. Empat gol yang masuk menandai rekor terburuk Monaco dalam satu pertandingan tandang musim ini. Meskipun mampu mencetak dua gol, pertahanan Monaco tampak rapuh dan tak mampu menahan serangan cepat Rennes.

Pada pekan ke-15, Stade Brestois menambah deretan lawan yang berhasil menundukkan Monaco dengan skor 2-0. Gol tunggal Kamory Doumbia pada menit ke-28 menjadi penentu, sekaligus menegaskan ketidakstabilan lini serang Monaco di luar rumah. Kekalahan beruntun ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai konsistensi tim dalam mengatasi tekanan di arena tandang.

Pekan ke-16 kembali menampilkan duel melawan Olympique Marseille, dimana Monaco takluk 1-0 berkat gol Mason Greenwood. Kekalahan ini menjadi bagian dari rangkaian tiga kekalahan beruntun yang memperparah posisi Monaco di klasemen.

Kekalahan terbaru melawan Paris FC menutup deretan enam kekalahan tandang musim ini. Kegagalan ini tidak hanya menandai berakhirnya rekor tak terkalahkan selama sepuluh pertandingan terakhir, tetapi juga menggarisbawahi kerentanan Monaco dalam menghadapi tim-tim yang secara statistik lebih rendah. Paris FC, tim promosi, mampu mencetak empat gol, mempertegas bahwa pertahanan Monaco masih jauh dari standar yang diharapkan.

Secara keseluruhan, statistik menunjukkan bahwa Monaco kehilangan peluang penting di lima dari enam pertandingan tandang, dengan rata-rata gol yang dicetak hanya 0,83 per laga. Di sisi lain, tim ini kebobolan rata-rata 2,33 gol per pertandingan tandang, menandakan ketidakseimbangan antara serangan dan pertahanan. Meskipun beberapa kemenangan kandang berhasil mengembalikan kepercayaan, kesulitan di luar stadion menimbulkan ancaman nyata bagi ambisi klub mengamankan tiket Liga Champions.

  • PEKAN 2: LOSC Lille 1-0 AS Monaco (Gol Giroud)
  • PEKAN 6: FC Lorient 3-0 AS Monaco (Ansu Fati satu-satunya gol)
  • PEKAN 13: Stade Rennais 4-2 AS Monaco
  • PEKAN 15: Stade Brestois 2-0 AS Monaco (Gol Doumbia)
  • PEKAN 16: Olympique Marseille 1-0 AS Monaco (Gol Greenwood)
  • PEKAN 29: Paris FC 4-1 AS Monaco

Menatap sisa musim, pelatih Pantaloni harus melakukan penyesuaian taktis, terutama dalam memperkuat pertahanan saat bermain di luar kandang. Perbaikan pada transisi serangan serta pemanfaatan peluang melalui pemain sayap seperti Takumi Minamino dapat menjadi kunci untuk menghentikan alur kekalahan beruntun. Jika Monaco berhasil mengubah nasib di pertandingan tandang berikutnya, mereka masih memiliki peluang untuk tetap berada dalam zona enam besar, namun setiap titik poin semakin berharga.

Kesimpulannya, enam kekalahan tandang yang menumpuk menegaskan perlunya evaluasi mendalam dari strategi tim. Dengan persaingan ketat di Liga 1, Monaco tidak dapat lagi mengandalkan performa kandang semata. Perubahan taktik, rotasi pemain, dan peningkatan mentalitas di lapangan harus menjadi prioritas utama agar Les Rouge et Blanc dapat kembali bersaing di puncak klasemen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *