Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 10 April 2026 | Persaingan untuk mendapatkan tanda tangan gelandang berusia 31 tahun asal Jerman, Leon Goretzka, semakin memanas menjelang bursa transfer musim panas 2026. Kontraknya dengan Bayern Munchen akan berakhir pada akhir musim 2025-2026, membuka peluang bagi klub-klub besar Eropa untuk merekrutnya secara gratis. Dua raksasa Italia, AC Milan dan Juventus, muncul sebagai kandidat terdepan, namun strategi AC Milan yang lebih fleksibel kini menjadi sorotan utama.
Goretzka, yang dikenal kuat secara fisik, memiliki kemampuan menembus lini pertahanan lawan serta kontribusi signifikan dalam fase menyerang dan bertahan. Penampilannya bersama Bayern Munchen selama lebih dari satu dekade, termasuk gol penting di Club World Cup 2025, menegaskan nilai tambahnya bagi tim yang ingin memperkuat lini tengah. Permintaan utama sang pemain adalah kontrak berdurasi tiga tahun setelah meninggalkan Bayern, sebuah keinginan yang tidak semua klub siap penuhi.
AC Milan, yang saat ini berada di tengah perburuan gelandang berkelas dunia, telah mengumumkan kesiapan mereka untuk menawarkan kontrak tiga tahun sesuai harapan Goretzka. Langkah ini dianggap sebagai “jurus khusus” yang membedakan Milan dari rivalnya, khususnya Juventus, yang cenderung hanya menawarkan kontrak dua tahun. Dengan menyesuaikan durasi kontrak, Milan tidak hanya menunjukkan keseriusan, tetapi juga memberikan keamanan jangka panjang bagi pemain yang memasuki usia kepala tiga.
Berikut ini rangkuman kunci strategi AC Milan dalam upaya mengamankan Goretzka:
- Durasi kontrak tiga tahun: Memenuhi permintaan utama pemain, memberikan stabilitas karier.
- Transfer gratis: Mengoptimalkan peluang tanpa harus mengeluarkan biaya transfer besar.
- Peran utama di lini tengah: Janji peran sentral dalam taktik Pep Guardiola, yang diharapkan meningkatkan kreativitas serangan Milan.
- Penawaran gaji kompetitif: Menyesuaikan dengan standar Bundesliga dan Serie A.
Juventus, di sisi lain, masih berada dalam proses penawaran yang lebih konservatif. Klub Turin diketahui menyiapkan paket dua tahun dengan opsi perpanjangan, namun belum mampu menandingi fleksibilitas Milan dalam hal durasi. Selain itu, Juventus juga harus bersaing dengan klub-klub lain seperti Napoli, Inter, serta tim-tim Premier League yang menunjukkan minat serius terhadap Goretzka.
Para analis menilai bahwa keputusan akhir Goretzka akan sangat dipengaruhi oleh stabilitas kontrak dan visi jangka panjang yang ditawarkan. Jika Milan berhasil memberikan kepastian tiga tahun, peluang mereka untuk mengamankan tanda tangan pemain tersebut menjadi sangat tinggi. Namun, faktor lain seperti kebijakan keuangan klub, ambisi kompetitif di Serie A, serta kesempatan bermain di kompetisi Eropa juga menjadi pertimbangan penting.
Selama beberapa pekan terakhir, AC Milan telah meningkatkan komunikasi dengan agen Goretzka dan mengatur pertemuan langsung antara manajer teknik dan pemain. Sumber internal menyebutkan bahwa hubungan personal antara pelatih Milan dan Goretzka menjadi nilai tambah dalam proses negosiasi. Di sisi lain, Juventus berupaya memperkuat tawaran finansialnya, namun masih belum jelas apakah mereka bersedia menyesuaikan durasi kontrak.
Dengan kontrak Bayern Munchen yang akan berakhir pada musim panas 2026, keputusan akhir diharapkan akan terungkap sebelum jendela transfer resmi dibuka. Baik AC Milan maupun Juventus diperkirakan akan mengumumkan langkah final mereka dalam minggu-minggu mendatang, menjelang deadline transfer pada akhir Agustus.
Kesimpulannya, persaingan merekrut Leon Goretzka mencerminkan dinamika pasar transfer modern, di mana fleksibilitas kontrak dan kepastian jangka panjang menjadi faktor kunci. AC Milan, dengan pendekatan tiga tahun, menempatkan diri pada posisi yang lebih menguntungkan dibandingkan Juventus yang masih berpegang pada tawaran dua tahun. Jika semua berjalan sesuai rencana, Goretzka dapat menjadi titik balik bagi Milan dalam mengejar gelar Serie A dan kembali bersaing di panggung Liga Champions.
