Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 01 Juni 2026 | Final Liga Champions antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal berakhir dengan kekalahan Arsenal melalui adu penalti. Bek Arsenal, Gabriel Magalhaes, menjadi sorotan setelah gagal menjalankan tugasnya sebagai penendang kelima, yang kemudian memastikan PSG meraih gelar juara Eropa untuk kedua kalinya secara beruntun.
Kapten PSG, Marquinhos, menunjukkan kelasnya dengan langsung menghampiri Gabriel setelah kegagalan tersebut. Marquinhos, yang juga rekan senegara Gabriel di timnas Brasil, memeluk dan memberikan semangat kepada Gabriel, yang terlihat terpukul setelah kegagalan penaltinya.
Marquinhos mengungkapkan bahwa ia melakukan hal itu karena ia sendiri pernah mengalami kegagalan serupa di masa lalu. Ia ingin membantu Gabriel untuk bangkit dari kekecewaan tersebut dan menunjukkan bahwa ia masih memiliki nilai sebagai pemain.
Marquinhos juga mengungkapkan bahwa ia memberikan dukungan kepada Gabriel karena ia tahu bagaimana rasanya kehilangan dalam situasi yang sama. Ia ingin membantu Gabriel untuk melupakan kegagalan tersebut dan fokus pada masa depan.
Kapten Arsenal, Martin Odegaard, memuji Marquinhos atas tindakannya tersebut. Odegaard menyebut Marquinhos sebagai seorang gentleman yang memahami makna kekalahan di panggung sebesar final Liga Champions.
Manager Arsenal, Mikel Arteta, juga membela Gabriel atas kegagalan penaltinya. Arteta menyebut bahwa Gabriel sendiri yang meminta untuk menjadi penendang kelima dan bahwa ia memiliki kepercayaan diri untuk melakukan hal tersebut.
Dengan kemenangan ini, PSG menjadi tim kedua yang berhasil mempertahankan gelar juara Liga Champions di era modern. Mereka sebelumnya berhasil meraih gelar juara pada musim sebelumnya.
Kekalahan Arsenal di final Liga Champions ini tentu saja menjadi pukulan telak bagi tim tersebut. Namun, dengan dukungan dari rekan-rekan dan official tim, mereka diharapkan dapat segera bangkit dan fokus pada musim depan.
