Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 27 April 2026 | Manchester City FA Cup kembali menjadi sorotan utama sepak bola Inggris setelah menorehkan kemenangan dramatis di semifinal melawan Southampton. Di Wembley Stadium, City berhasil membalik ketertinggalan 0-1 menjadi kemenangan 2-1 berkat gol-gol cepat dari Joao Doku pada menit ke-82 dan Nico González pada menit ke-87. Kemenangan ini tidak hanya mengamankan tiket ke final pada 16 Mei, melainkan juga memperkuat peluang City untuk meraih domestic treble, mengingat mereka telah menguasai Liga Cup dan bersaing ketat di klasemen Premier League.
Di jalur lain, Chelsea menyiapkan pertempuran melawan Manchester City setelah Enzo Fernandez mencetak satu-satunya gol dalam kemenangan 1-0 melawan Leeds United. Header Fernandez pada menit ke-23 mengantarkan Chelsea ke final FA Cup, menjanjikan laga final yang sangat menarik antara dua raksasa Inggris.
Keberhasilan City di semifinal tidak terlepas dari kontribusi pemain muda dan dinamika skuad yang sedang berlangsung. Di level akademi, under‑18 City menghajar Arsenal dengan skor 5-2 dalam FA Youth Cup, sementara tim under‑21 menyingkirkan Arsenal dari play‑off dengan kemenangan 3-1 di Joie Stadium. Penampilan gemilang para talenta muda tersebut menambah optimisme bagi pelatih Pep Guardiola dalam menyiapkan rotasi pemain menjelang final.
Namun, di balik sorotan positif, ada isu transfer yang mulai mengemuka. Striker cadangan Omar Marmoush, yang masuk pada Januari 2025, belum menunjukkan konsistensi yang diharapkan. Meskipun mencetak enam gol dari 31 penampilan, ia kini berada dalam persaingan ketat dengan Erling Haaland untuk posisi di lini depan. Di posisi kiper, James Trafford masih berjuang mendapatkan peran utama di tengah dominasi Gianluigi Donnarumma, menimbulkan spekulasi bahwa City mungkin akan mencari opsi baru pada bursa transfer musim panas.
Berikut rangkuman kunci pertandingan semifinal Manchester City vs Southampton:
- Gol Southampton oleh F. Azaz pada menit ke-79 memberi mereka keunggulan awal.
- Joao Doku menyamakan kedudukan pada menit ke-82 setelah assist dari Thomas Reijnders.
- Nico González mengukir gol penentu kemenangan pada menit ke-87, memanfaatkan assist kembali dari Reijnders.
Statistik tambahan menunjukkan bahwa City menguasai 62% penguasaan bola, mencatat 18 tembakan, dengan 7 di antaranya tepat sasaran. Sementara Southampton mencatat 9 tembakan, dengan 3 tepat sasaran. Penampilan defensif City tetap solid, meskipun harus menahan tekanan intensif dari serangan balasan Saints pada paruh pertama.
Di luar lapangan, Guardiola menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan mental pemain. Ia mengingatkan bahwa rotasi dan kesempatan bermain bagi pemain seperti Marmoush serta Trafford harus dikelola dengan hati-hati agar tidak menimbulkan ketidakpuasan di dalam skuad. Guardiola juga menyatakan bahwa final FA Cup akan menjadi ujian terbesar bagi tim, mengingat tekanan untuk menambah trofi ke dalam koleksi klub yang sudah kaya.
Dengan final yang dijadwalkan pada 16 Mei di Wembley, Manchester City kini menatap satu lawan kuat: Chelsea. Kedua tim memiliki catatan yang mengesankan di kompetisi ini, dengan Chelsea berusaha memulihkan kejayaan setelah serangkaian kegagalan di final domestik, sementara City menargetkan treble historis. Pertarungan taktik antara Pep Guardiola dan interim manager Calum McFarlane dari Chelsea diprediksi akan menjadi sorotan utama, mengingat McFarlane pernah menjadi asisten di akademi City dan memahami filosofi permainan Guardiola.
Secara keseluruhan, perjalanan Manchester City di FA Cup musim ini menampilkan kombinasi keuletan, kedalaman skuad, serta tantangan strategis di luar lapangan. Jika City berhasil menaklukkan Chelsea, mereka tidak hanya akan menambah trofi ke dalam lemari, tetapi juga menegaskan dominasi mereka di kompetisi domestik pada akhir musim 2025/26.
