Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 26 April 2026 | Los Angeles FC (LAFC) kembali menegaskan eksistensinya di Liga Major (MLS) 2026 setelah menumpas Minnesota United dengan skor 1-0 di Allianz Field, St. Paul, pada Sabtu, 25 April 2026. Gol tunggal yang dihasilkan oleh David Martínez pada menit ke-8 menjadi penentu utama, sekaligus menandai berakhirnya empat pertandingan tanpa kemenangan yang dialami klub asal California.
Sejak awal pertandingan, LAFC menunjukkan intensitas menyerang yang tinggi. Pada menit pertama, tim melancarkan serangan balik cepat yang menghasilkan peluang bagi Timothy Tillman, namun tendangan itu tidak mengancam. Di menit ke-8, David Martínez menerima umpan pendek dari Tillman, lalu mengeksekusi tembakan tajam dari sudut sulit yang berhasil menembus gawang Drake Callender, menambah keunggulan 1-0 bagi LAFC.
Setelah gol pembuka, Minnesota United berusaha keras untuk menyamakan kedudukan. Tim tuan rumah mencatat 24 tembakan, termasuk 11 tembakan tepat sasaran, namun semua dibendung oleh pertahanan LAFC dan performa gemilang kiper Drake Callender, yang melakukan tiga penyelamatan krusial pada menit-menit akhir pertandingan. Sementara itu, LAFC hanya mencatat tujuh tembakan, dengan satu tembakan tepat sasaran, namun tetap mempertahankan keunggulan berkat disiplin taktis di lini belakang.
- Statistik utama:
- Penguasaan bola: Minnesota United 62% vs LAFC 38%
- Tembakan: 24 (MN) – 7 (LAFC)
- Tembakan tepat sasaran: 11 (MN) – 1 (LAFC)
- Penyelamatan kiper: Callender (LAFC) 3, Callender (MN) 1
Pelatih LAFC, Marc Dos Santos, harus menyeimbangkan fokus antara kompetisi domestik dan Concacaf Champions Cup. Sebelumnya, klub mengalami dua kekalahan beruntun melawan Portland Timbers dan San Jose Earthquakes, serta hasil imbang melawan Colorado Rapids. Kekalahan ini menimbulkan keraguan akan kemampuan menyerang LAFC yang selama ini menjadi ciri khasnya. Namun, kemenangan melawan Minnesota United menunjukkan kemampuan tim untuk bangkit dan memanfaatkan peluang secara efisien.
Di sisi lain, Minnesota United yang dipimpin oleh Cameron Knowles, baru saja menghentikan rentetan empat kemenangan beruntun mereka dengan hasil ini. Meskipun mencatatkan 62% penguasaan bola dan 1,9 expected goals (xG), tim Loons gagal mengonversi peluang menjadi gol. James Rodríguez, yang baru bergabung dan memberikan kreativitas di lini tengah, menciptakan beberapa peluang berbahaya, termasuk umpan terobosan kepada Kelvin Yeboah di menit ke-58, namun tembakan Yeboah melenceng setelah ekstra sentuhan.
Selain gol kemenangan, pertandingan juga menyuguhkan beberapa insiden penting. Pada menit ke-52, Kelvin Yeboah menerima kartu kuning karena pelanggaran keras, sementara pada menit ke-93, Sergi Palencia (LAFC) juga terhukum kartu kuning setelah melakukan pelanggaran pada pemain Minnesota United. Kedua insiden tersebut tidak mengubah arus pertandingan, namun menambah ketegangan di lapangan.
Keberhasilan LAFC dalam pertandingan ini memiliki implikasi penting bagi klasemen. Dengan tiga poin tambahan, LAFC naik ke posisi ke-3 di Wilayah Barat dengan 20 poin, sementara Minnesota United turun ke posisi ke-5 dengan 17 poin. Kedua tim kini berada dalam jarak tiga poin, menambah persaingan sengit menjelang putaran akhir musim reguler.
Setelah kemenangan ini, Marc Dos Santos menegaskan bahwa tim akan tetap fokus pada pemulihan kebugaran pemain mengingat jadwal padat, termasuk semifinal Concacaf Champions Cup melawan Toluca yang dijadwalkan dalam dua minggu ke depan. “Kami harus mengelola energi, tetapi hasil ini memberi kami dorongan mental yang penting,” ujar Dos Santos dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Sementara itu, Cameron Knowles menyampaikan kekecewaan atas kegagalan tim mengkonversi peluang. “Kami bermain dengan baik, tetapi tidak mampu menyelesaikan serangan. Kami harus belajar dari kekalahan ini dan kembali lebih kuat,” kata Knowles.
Dengan hasil ini, LAFC tidak hanya mengakhiri masa sulitnya, tetapi juga menegaskan kembali ambisinya untuk bersaing di puncak MLS 2026, sementara Minnesota United harus mengevaluasi strategi ofensif mereka agar tidak kembali terpuruk.
