Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 23 April 2026 | Atletico Madrid kembali menjadi sorotan publik setelah menelan kekalahan 3-2 di kandang Elche pada laga La Liga pekan ini. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Martínez Valero pada 22 April 2026 ini menambah deretan kemunduran tim asuhan Diego Simeone, yang kini mencatatkan empat kekalahan beruntun di kompetisi domestik dan total tujuh kerugian dalam delapan pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Rotasi besar-besaran menjadi strategi utama Simeone menjelang pertemuan penting di ajang Champions League. Sebanyak sepuluh pemain inti, termasuk Julián Álvarez, Ademola Lookman, Marcos Llorente, Matteo Ruggeri, Alexander Sørloth, dan kapten Koke, diberikan istirahat penuh. Sementara itu, pemain muda seperti Pablo Barrios kembali memperoleh menit bermain pertamanya sejak 10 Maret, dan Nico González menorehkan dua gol (brace) yang menjadi satu‑satunya sorotan positif bagi tim tamu.
Awal pertandingan berjalan seimbang. Pada menit ke‑10, Nico González memulai serangan balik yang memukau, menggerakkan bola dari setengah lapangan sendiri, melakukan satu‑dua dengan Rodri Mendoza, dan menyalurkan tembakan kaki kiri yang menembus gawang kiper Elche, Matías Dituro. Gol pertama ini memberi Atletico keunggulan awal, namun situasinya segera berubah.
Pada menit ke‑30, Thiago Almada melakukan pelanggaran keras di dalam kotak penalti Elche, memicu kartu merah langsung. Hukuman ini tidak hanya mengurangi jumlah pemain Atletico menjadi sepuluh, tetapi juga memberikan peluang penalti kepada André Silva, yang mengeksekusi dengan tenang untuk menyamakan kedudukan 1-1.
Setelah jeda, Elche kembali mengambil alih inisiatif. Pada menit ke‑32, André Silva kembali menambah keunggulan melalui tendangan penalti kedua, memanfaatkan kekacauan pertahanan Atletico yang tampak kebingungan setelah pengurangan satu pemain. Meskipun Nico González berhasil memperkecil selisih menjadi 2-2 lewat gol tunggal di babak kedua, Elche kembali menancapkan bola pada menit ke‑75 melalui serangan balik cepat, mengamankan kemenangan 3-2.
Penampilan kiper veteran Jan Oblak juga menjadi sorotan. Setelah kembali bermain setelah hampir enam minggu absen, Oblak tampak kurang yakin, gagal menahan tembakan penalti pertama dan kedua serta kebobolan pada gol penentu kemenangan Elche.
Selain kehilangan di liga, Atletico Madrid juga harus menelan pahit setelah kalah lewat adu penalti melawan Real Sociedad di final Copa del Rey hanya empat hari sebelumnya. Kekalahan beruntun ini menempatkan tekanan ekstra pada skuad yang sedang bersiap menghadapi semifinal Champions League melawan Arsenal pada minggu depan.
Berikut beberapa poin penting yang dapat diambil dari pertandingan ini:
- Rotasi besar-besaran memperlihatkan kedalaman skuad, namun kurangnya kohesi menimbulkan celah defensif.
- Kartu merah Thiago Almada menambah beban mental dan taktik bagi Simeone.
- Nico González menunjukkan kemampuan menyerang yang menjanjikan, tetapi konsistensi masih perlu ditingkatkan.
- Jan Oblak harus kembali menemukan ritme dan kepercayaan diri setelah periode cedera.
- Kekalahan beruntun menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan Atletico mempertahankan posisi empat besar La Liga.
Meski berada di posisi keempat klasemen dengan delapan poin ke atas Real Betis dan masih memiliki enam pertandingan tersisa, tren penurunan performa ini mengkhawatirkan. Pada saat yang sama, tekanan menjelang semifinal Champions League menuntut sikap lebih solid, terutama dalam menghadapi tim-tim elit Eropa.
Para pengamat menilai bahwa Atletico Madrid harus segera menemukan keseimbangan antara memberikan kesempatan pada pemain muda dan menjaga stabilitas lini belakang. Performa pemain seperti Clément Lenglet dan Álex Baena masih jauh dari harapan, terutama mengingat investasi besar yang telah dikeluarkan klub untuk mereka.
Dengan agenda kompetisi yang padat, termasuk laga penting di panggung Eropa, Atletico Madrid perlu memperbaiki catatan mereka di La Liga agar tidak terjebak dalam zona relegasi yang semakin mendekat bagi beberapa tim. Sementara itu, harapan tetap tinggi pada kemampuan tim untuk bangkit di ajang Champions League, yang dapat menjadi penyelamat moral bagi skuad yang sedang mengalami krisis performa.
Ke depan, keputusan taktis Simeone, manajemen kebugaran pemain, dan kemampuan mental untuk bangkit dari kegagalan akan menjadi faktor penentu apakah Atletico Madrid dapat kembali ke jalur kemenangan atau terus terpuruk dalam serangkaian kekalahan.
