Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 21 April 2026 | Riazor menjadi saksi pertarungan menegangkan pada Jumat malam, saat RC Deportivo melawan CD Mirandés dalam laga ke-36 LaLiga Hypermotion 2025/26. Setelah terdesak 0-1 pada jeda pertama, Deportivo berhasil melakukan comeback spektakuler dengan menutup skor 3-1, mengembalikan posisi mereka di zona promosi langsung.
Babak pertama dimulai dengan intensitas tinggi. Kedua tim menciptakan peluang berbahaya; Deportivo menekan lewat serangan cepat Alti dan pergerakan kreatif Yeremay, sementara Mirandés menata pertahanan rapat dan mengandalkan serangan balik yang dipimpin oleh Del Cura. Menjelang menit ke-30, Mirandés memperoleh tendangan bebas berbahaya yang berujung pada penalti setelah wasit menilai adanya pelanggaran di dalam kotak penalti. Carlos Fernández, penyerang utama Mirandés, mengeksekusi penalti tersebut dengan tenang, mengantarkan tim tamu unggul 1-0.
Keputusan penalti tersebut memicu protes keras dari pemain dan staf Deportivo, yang menilai adanya kontak minimal. Namun, wasit tetap menegaskan keputusannya, dan gol pertama Mirandés menjadi sorotan utama babak pertama.
Memasuki babak kedua, pelatih Antonio Hidalgo melakukan pergantian strategis, menurunkan Bil Nsongo dan Riki, lalu menambah masuknya Zakaria Eddahchouri dan José Ángel. Perubahan taktik tersebut berhasil meningkatkan dinamika serangan Deportivo. Pada menit ke-55, Alti memberikan umpan silang yang dipotong oleh Mario Soriano, yang kemudian menembakkan bola ke gawang, menyamakan kedudukan 1-1.
Momentum kembali menguat bagi Deportivo. Sekitar sepuluh menit kemudian, wasit kembali mengangkat bendera putih, kali ini memberi penalti kepada Deportivo setelah Medrano menyinggung Altimira di dalam kotak penalti. VAR meninjau insiden tersebut, namun keputusan penalti tetap dipertahankan. Yeremay, yang kembali ke posisi starter, mengeksekusi tendangan tersebut dengan tenang, mengantarkan Deportivo memimpin 2-1.
Keberhasilan dua gol dalam waktu singkat mengubah alur pertandingan. Deportivo terus menekan, dan pada menit ke-78, Bil Nsongo memanfaatkan peluang dari serangan balik, menembakkan tembakan keras yang masuk ke sudut atas gawang Mirandés, menutup skor menjadi 3-1. Gol tersebut menegaskan dominasi Deportivo pada fase akhir pertandingan.
Mirandés berusaha bangkit dengan menambah tekanan di area pertahanan Deportivo, namun serangan mereka sering kali dibendung oleh aksi heroik kiper Álvaro Ferllo. Pada menit tambahan ke-8, Mirandés kembali mendapat peluang penalti setelah Javi Hernández terjatuh di dalam kotak penalti. Ferllo berhasil menepis tendangan tersebut, memperkuat reputasi sebagai penjaga gawang yang tangguh pada malam itu.
Dengan kemenangan ini, RC Deportivo menambah tiga poin, mengukir total 64 poin dan kembali menempati posisi kedua klasemen, bersaing ketat dengan UD Almería. Sementara itu, CD Mirandés tetap berada di zona relegasi, memerlukan hasil positif pada pertandingan berikutnya untuk mengamankan tempat di Segunda División.
Para pengamat menilai bahwa keputusan kontroversial mengenai dua penalti menjadi faktor penentu hasil akhir. Namun, keberanian Deportivo dalam merespon tekanan dan kemampuan mereka mengubah situasi menjadi kemenangan menunjukkan kualitas tim yang siap bersaing untuk promosi.
Statistik akhir menunjukkan penguasaan bola Deportivo sebesar 58%, dengan total tembakan 15 kali, 7 di antaranya mengarah ke gawang. Mirandés mencatat 9 tembakan, dengan 3 tepat sasaran. Ferllo mencatat 4 penyelamatan krusial, termasuk penyelamatan penalti pada menit akhir.
Keberhasilan ini memberikan suntikan moral bagi Deportivo menjelang sisa musim, sementara Mirandés harus memperbaiki strategi pertahanan dan mengurangi ketergantungan pada keputusan wasit.
