Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 14 April 2026 | Manchester United kembali mengalami kegagalan di kandang bersejarahnya, Old Trafford, pada laga Premier League melawan Leeds United pada 13 April 2026. Dengan skor tipis 1-0, para pendukung Setan Merah menyaksikan tim mereka terpuruk dalam pertandingan yang digambarkan sebagai “chaotic performance”. Kekalahan ini menandai kemenangan pertama Leeds atas United sejak September 2002, sekaligus kemenangan tandang pertama mereka sejak Februari 1981, menghentikan rekor 18 kunjungan liga tanpa hasil positif.
Sejak peluit pertama, Manchester United tampak tertekan. Tim asuhannya, Michael Carrick, yang baru-baru ini mengambil alih peran manajer, tampak tak mampu menemukan ritme permainan. Pada babak pertama, United berada jauh di belakang dalam penguasaan bola, dengan persentase hanya sekitar 38% dibandingkan 62% Leeds. Tekanan dari lini tengah Leeds, dipimpin oleh Noah Okafor yang aktif mengintersep, membuat United kesulitan menembus pertahanan lawan.
Gol penentu kemenangan Leeds datang pada menit ke-27 melalui serangan balik yang dipimpin oleh Noah Okafor. Setelah berhasil merebut bola di zona tengah, Okafor melepaskan umpan lurus ke depan kepada striker Leeds, yang kemudian mengeksekusi penyelesaian satu lawan satu dengan penjaga gawang United, David De Gea. Gol itu menjadi satu-satunya angka pada papan skor hingga peluit akhir.
Setelah gol tersebut, suasana di tribun Old Trafford semakin memanas. Michael Carrick terlihat marah terhadap keputusan wasit, yang menurutnya mengabaikan beberapa pelanggaran penting di daerah pertahanan United. Carrick sempat meluapkan kekesalannya di pinggir lapangan, namun kemudian menenangkan diri untuk menunggu peluang perbaikan pada laga selanjutnya melawan Chelsea di Stamford Bridge.
Selain masalah taktik, United juga dirundung isu cedera. Kobbie Mainoo, pemain muda yang baru-baru ini menembus tim utama, tidak tampil dalam laga tersebut. Carrick menjelaskan bahwa Mainoo mengalami masalah fisik ringan yang memaksa pelatihannya ditunda, sehingga tidak dapat memberikan kontribusi pada pertandingan penting ini.
- Statistik utama: Penguasaan bola United 38%, Leeds 62%.
- Tembakan ke arah gawang: United 5, Leeds 9.
- Serangan balik efektif Leeds: 3 kali, United hanya 1 kali.
- Kartu kuning: 4 untuk United, 2 untuk Leeds.
Di tengah kekecewaan, ada sorotan tak terduga dari pihak luar. Erling Haaland, striker Manchester City yang juga merupakan pendukung Leeds, dikabarkan menyaksikan pertandingan secara langsung di Manchester, menambah warna unik pada malam yang sudah penuh gejolak.
Sementara itu, kegagalan di Old Trafford tidak menghentikan ambisi transfer Manchester United. Tim kini menargetkan gelandang Bournemouth, Alex Scott, yang baru-baru ini menjadi pahlawan bagi The Cherries dengan mencetak gol penentu kemenangan melawan Arsenal di Emirates Stadium. Scott, berusia 22 tahun, mencatat 1.110 umpan sukses musim ini, menempati posisi ketiga terbanyak di antara rekan-rekannya, dan menunjukkan kemampuan teknis yang solid serta pergerakan menyerang yang dinamis.
Pengamat menilai bahwa kedatangan Scott dapat memberikan solusi bagi United yang kini kehilangan peran penting di lini tengah setelah kepergian Casemiro dan potensi keluarnya Manuel Ugarte. Jika United berhasil mengamankan Scott pada bursa transfer musim panas, diharapkan gelombang kreativitas dan kontrol permainan dapat kembali mengalir, membantu United memulihkan posisi mereka di papan atas klasemen Premier League.
Menatap ke depan, Manchester United harus segera bangkit dari kekalahan ini. Pertarungan melawan Chelsea pada akhir pekan menjadi kesempatan penting untuk memperbaiki citra dan mengumpulkan tiga poin vital. Jika United dapat mengatasi masalah taktik, mengembalikan kepercayaan pemain muda seperti Mainoo, dan berhasil mengintegrasikan pemain target baru seperti Alex Scott, Setan Merah masih memiliki peluang besar untuk kembali bersaing di puncak klasemen.
