Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 29 April 2026 | LONDON – Bek andalan Tim Nasional Inggris, John Stones, resmi mengumumkan kepergiannya dari Manchester City pada akhir musim 2025/2026, menutup satu dekade penuh prestasi sejak bergabung dari Everton pada 2016. Keputusan ini menandai akhir era penting bagi City, yang selama sepuluh tahun terakhir mendominasi sepak bola Inggris dan Eropa.
Sejak kedatangannya, Stones menjadi sosok kunci dalam transisi klub di era Pep Guardiola. Dengan total 293 penampilan dan 19 gol di semua kompetisi, ia berperan sebagai batu penjuru lini belakang serta kadang-kadang beralih ke posisi gelandang tengah dalam taktik fleksibel Guardiola. Pada puncak kejayaan, ia membantu City mengangkat enam gelar Premier League, satu trofi Liga Champions, serta berbagai piala domestik lainnya, termasuk pencapaian treble pada 2023.
Dalam pernyataan emosional yang dibagikan melalui media sosial, John Stones menulis, “Mereka bilang semua hal baik pasti berakhir… tapi apa yang kami miliki ini adalah yang terbaik, dan akan selalu menjadi bagian dari diri saya.” Ungkapan tersebut mencerminkan rasa terima kasihnya kepada klub, rekan setim, dan para pendukung yang selalu mendukungnya selama masa-masa suka dan duka, termasuk cedera yang sempat menghambat kariernya.
- Statistik utama: 293 penampilan, 19 gol, 6 gelar Premier League, 1 Liga Champions.
- Pencapaian individu: Dikenal sebagai “Barnsley Beckenbauer” karena kemampuan mengoper bola dan visi permainan yang mirip dengan legenda Jerman.
- Peran taktis: Sering dimanfaatkan sebagai gelandang tengah dalam formasi hybrid, menunjukkan kepercayaan Guardiola pada kemampuannya di lini tengah.
Pernyataan Guardiola mengenai Stones juga menambah bobot emosional pada kepergian tersebut. “Sejak saya tiba, dia tiba. Kita berbagi suka dan duka. Dia orang yang luar biasa,” ujar Guardiola dalam konferensi pers setelah kemenangan Piala Liga. Komentar ini menegaskan betapa integralnya peran Stones dalam proses transformasi City menjadi salah satu klub paling dominan dalam generasi ini.
Kepergian Stones membuka pertanyaan mengenai arah masa depan Manchester City. Dengan kontrak yang akan habis pada Juni 2026 dan riwayat cedera yang cukup panjang, klub diperkirakan tidak akan memperpanjang kontrak pemain berusia 31 tahun ini. Fokus City kini beralih pada regenerasi lini belakang, mengincar talenta muda serta mempertahankan performa tinggi di kompetisi domestik dan Eropa.
Sementara itu, bagi John Stones, masa depan masih terbuka lebar. Beberapa spekulasi mengarah pada kemungkinan bergabung dengan klub lain di Premier League atau kembali ke liga lain di Eropa, dimana pengalaman internasionalnya dapat menjadi nilai tambah. Terlepas dari keputusan akhir, warisan yang ditinggalkan di Etihad Stadium akan tetap dikenang.
Kesuksesan Stones tidak hanya terbatas pada trofi, tetapi juga pada kepemimpinan di lapangan. Rekan setimnya, Kyle Walker, pernah berkata, “Anda tidak akan menyadari kualitasnya sampai Anda bermain bersamanya. Dia jarang dikalahkan, selalu tenang, dan sangat baik dalam mengontrol bola.” Pernyataan ini menegaskan reputasi Stones sebagai pemain yang dapat diandalkan dalam situasi tekanan tinggi.
Dengan berakhirnya era John Stones di Manchester City, para pendukung dan pengamat sepak bola menantikan babak baru dalam karier sang bek. Apapun pilihan selanjutnya, kontribusinya selama satu dekade akan tetap menjadi bagian penting dalam sejarah klub dan sepak bola Inggris.
John Stones meninggalkan jejak tak terlupakan, menginspirasi generasi muda yang bermimpi menapaki karier profesional di level tertinggi.
