Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 27 April 2026 | Ketika Bryan Mbeumo menandatangani kontrak senilai £71 juta pada musim panas lalu, harapan para penggemar Manchester United melambung tinggi. Pemain asal Kamerun itu menjanjikan “selalu menjadi lebih baik daripada diri saya kemarin” dan mengawali debutnya dengan enam gol dalam empat bulan pertama, termasuk gol bersejarah melawan Liverpool di Anfield. Namun, performa gemilang itu kini beralih menjadi kebuntuan yang menimbulkan pertanyaan serius tentang nilai investasi klub.
Sejak mencetak gol melawan Tottenham pada 7 Februari, Mbeumo belum menemukan jaringan gawang dalam delapan pertandingan terakhir, tujuh di antaranya sebagai starter. Selama dua bulan terakhir, ia tidak mencatat satu assist pun, meski sempat memberikan umpan krusial kepada Benjamin Sesko dalam laga melawan West Ham dan Everton. Statistik ini menyoroti penurunan kontribusi ofensifnya yang signifikan.
- Total gol di Liga Premier musim ini: 9 (pencapaian tertinggi di antara pemain United)
- Gol terakhir: 7 Februari 2026 vs Tottenham
- Assist terakhir: Januari 2026 vs West Ham (untuk Sesko)
- Pertandingan tanpa tembakan mengancam: 4 laga terakhir
Berbagai faktor menjadi penyebab penurunan performa tersebut. Pertama, absennya selama Piala Afrika pada Desember 2025 membuatnya kehilangan ritme pertandingan. Pada saat yang sama, pelatih Ruben Amorim dipecat, dan Michael Carrick mengambil alih taktik tim. Perubahan peran dari gelandang serang nomor 10 di formasi 3‑4‑2‑1 menjadi penyerang tengah atau sayap kanan menuntut adaptasi yang belum sepenuhnya berhasil.
Di bawah Amorim, Mbeumo berperan sebagai “mesin kerja” yang memanfaatkan umpan panjang serta lari ke belakang pertahanan lawan. Keberhasilannya terlihat jelas ketika ia mencetak gol penentu kemenangan 2‑0 atas Manchester City pada Januari, serta gol penyeimbang 3‑2 di Arsenal. Namun, di era Carrick, peran baru sebagai sayap kanan menurunkan efektivitasnya. Ia bahkan gagal menembak ke gawang dalam pertandingan melawan Newcastle, Bournemouth, Crystal Palace, dan Chelsea.
Meski demikian, penurunan individu Mbeumo belum terlalu mempengaruhi hasil tim. United mencatat delapan kemenangan dari dua belas pertandingan sejak Carrick menggantikan Amorim, meski hanya empat kemenangan dari delapan laga terakhir sejak gol terakhir Mbeumo. Tim tetap berada di zona atas klasemen dengan keunggulan delapan poin atas Brighton, menargetkan tempat lima untuk lolos Liga Champions.
Persaingan internal juga memperburuk situasi. Benjamin Sesko, rekan baru United, telah menyamai Mbeumo sebagai pencetak gol terbanyak dengan empat gol sejak Februari, meski hanya menjadi starter setengah dari pertandingan. Sementara itu, Amad Diallo bersaing untuk posisi sayap kanan dan menunjukkan performa impresif, menambah tekanan pada Mbeumo untuk kembali menemukan sentuhan golnya.
Jika Mbeumo gagal mengakhiri kebuntuan dalam lima pertandingan terakhir, ia berisiko menutup musim dengan catatan gol lebih rendah dibandingkan Rasmus Hojlund pada debutnya—sebuah skenario yang dapat memperkuat kritik terhadap keputusan transfer musim panas lalu. Oleh karena itu, fokus utama pelatih Michael Carrick adalah mengembalikan kepercayaan diri striker Kamerun ini, baik melalui penyesuaian taktik maupun meningkatkan latihan penyelesaian akhir.
Kesimpulannya, Bryan Mbeumo berada pada persimpangan penting dalam kariernya di Old Trafford. Dengan harga transfer yang tinggi dan ekspektasi yang besar, keberhasilan atau kegagalan dalam mengatasi kebuntuan gol akan menentukan apakah ia menjadi aset berharga atau beban bagi Manchester United menjelang akhir musim.
